Saat Lebaran, Bapak Tiri Pukul dan Tengelamkan Anak hingga Tewas

48

 

SURABAYA, Kabarjawatimur.com-
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil mengungkap kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Penganiayaan itu dilakukan oleh bapak tiri dari korban yang masih berumur 2,5 tahun dan dilakukan pada, 20 Juni 2018 sekitar pukul 16.00 WIB, di kamar kost di Jalan Kedung Mangu Timur Surabaya.

Bapak tiri yang tega membunuh anaknya itu adalah, Wisnu Cokro Buono (35), seorang tukan las. Kini setelah membunuh anak tirinya, pelaku harus meninggalkan istrinya yang kini hamil 4 bulan.

Kepada Polisi, bapak bejat itu mengaku spontan melakukan hal yang menghilangkan nyawa MR (2,5) korbannya. Saat itu ibu kandung korban sedang halal bihalal ke rumah saudaranya.

Pelaku mengaku kesal dan jengkel ketika pelaku tidur korban ini menangis terus.sehingga nekat menganiaya korban hingga luka-luka dan meninggal dunia.

Baca Juga  Rehab Ruang Kelas Sekolah Rusak Berat Tahun 2023 Fokus Pemkab Jember

“Baru kali ini saja, biasanya kalau nakal saya pukul dan cubit secara spontan,” kata pelaku.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, begitu Polisi menerima laporan dari salah satu kerabat dari korban terhadap dugaan terhadap terjadinya penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia yang di lakukan oleh terduga bapak tiri langsung melakukan penyelidikan.

Loading...

Pada saat kejadian pada, Rabu 20 Juni 2018, dua hari sebelum laporan dilakukan korban sudah dikubur oleh pihak keluarga.

“Setelah kita membentuk tim, lalu melakukan penggalian kubur pada hari Sabtu 23 Juni 2018, setelah laporan masuk sekitar jam 12.00 WIB, siang,” sebut agus Rahmanto, Senin (25/6/2018).

Baca Juga  Begal Bersajam Pedang, Pilih Harta Atau Nyawa

Sesudah dilaksanakan menggali kubur dan dilakukan otopsi, memang benar korban inibdinyatakan oleh dokter bahwa kematiannya diakibatkan kerusakan pada limpa yang pecah akibat pukulan benda tumpul.

Begitu didengar kesaksian paman dan ibu korban, juga melakukan pra rekonstruksi beberapa kejadian akhirnya bapak tiri ini ditetapkan tersangka.

Pelaku akan dijerat dengan pasal pasal 80 ayat 3 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang ancamannya pidana penjara paling lama 15 tahun.

“Korban sendiri meninggal ketika dalam perjalanan saat akan dibawa oleh ibunya ke rumah sakit Dr Soewandi Surabaya,” tutup Agus Rahmanto.

Teks foto : Pelaku diapit Kapolres Tanjung Perak di Mapolres.

Reporter : Ekoyono
Editor : Rusmiyanto

Loading...
Artikulli paraprak60 Personil Polres Gresik Amankan Pilkada Jatim Di Pulau Bawean Gresik
Artikulli tjetërPolrestabes Surabaya Kerahkan 1.213 Personil Dalam Pilkada Jatim

Tinggalkan Balasan