Rumah Warga di Desa Sumberagung Rusak Akibat Lemparan Batu

69
FOTO: Istimewa

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Aksi perusakan kembali dilakukan oleh massa tolak tambang di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Menjelang malam, sejumlah rumah warga di Dusun Pancer, Desa Sumberagung juga menjadi sasaran massa.

Data sementara, tercatat ada 4 rumah warga yang rusak akibat lemparan batu dari massa.

“Rumah saya, Brian, H Wiaji, Budi Mustika, mungkin masih ada lagi, sementara kita tahunya ada 4 rumah yang rusak,” ucap Prasetyo, pada Jumat malam (27/3/2020) kemarin.

Dia mengatakan, kejadian bermula saat massa tolak tambang Dusun Pancer, yang melakukan aksi di pertigaan Lowi, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, dibubarkan oleh petugas Polresta Banyuwangi. Dimana sejak Kamis malam (26/3/2020), hingga Jumat (27/3/2020), mereka melakukan penghadangan terhadap sejumlah kendaraan logistik Operator Tambang Tumpang Pitu.

Baca Juga  Dari Pengedar Barang Jalan Kunti, Polisi Amankan Puluhan Poket Siap Edar

Sedang pembubaran yang dilakukan oleh kepolisian, tujuannya untuk menekan penyebaran virus Corona atau Covid-19. Sekaligus tindak lanjut dari Maklumat Kapolri.

Namun begitu kembali ke Dusun Pancer, massa yang dikomando Hasanah, Zainal Ari, Yuli Templek dan Narto, tiba-tiba melempari rumah warga dengan batu.

Loading...

“Mereka berjumlah sekitar 200 an orang, tapi bukan cuma orang Pancer, saya melihat sebagian orang Templek,” tegasnya.

Menurut Pras, sapaan akrab Prasetyo, hingga saat ini belum ada laporan tentang warga yang terluka. Karena saat aksi pelemparan batu terjadi, pemilik langsung bersembunyi didalam rumah.

“Kami berharap polisi bisa menindak tegas, dan mengusut tuntas hingga otak dibalik seluruh kejadian. Karena kalau tidak terungkap, bisa jadi akan memicu terjadinya perang antar warga,” ungkapnya.

Baca Juga  Iseng Rekam Wanita Mandi, Pria di Surabaya Ditangkap Polisi

Disebutkan, keberanian massa tolak tambang dalam melakukan aksi anarkis bukan tanpa sebab. Namun imbas rasa kepercayaan diri lantaran tidak pernah ada tindakan tegas dari aparat kepolisian ketika kelompok tolak melakukan pelanggaran hukum.

“Selama ini polisi tidak pernah menindak tegas. Kasus pemukulan (dengan pelaku dari kelompok tolak tambang) tidak ditangani. Saat mereka melanggar hukum, polisi datang, mereka kerahkan massa, akhirnya dibiarkan,” ujarnya.

Hingga saat ini situasi di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, masih mencekam. Petugas kepolisian terus berjaga dilokasi guna mengantisipasi adanya aksi balasan. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakDiduga Cabuli Mertuanya, Oknum Polisi di Ujungpangkah Gresik Dilaporkan ke Propam
Artikulli tjetërTetap Jaga Jarak Bro, Physical Distanting

Tinggalkan Balasan