Rumah di Dupak Baru Surabaya Digrebek Polisi, ada Ribun Pil Koplo 

138

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Peredaran pil Koplo atau Double LL di daerah Dupak Baru Surabaya diungkap oleh anggota Polsek Bubutan Surabaya. Setelah menindaklanjuti laporan warga, dan dilakukan penyelidikan didapatkan satu orang yang selama ini diduga mengedarkan pil Koplo diarea tersebut.

Pria yang diamankan itu bernama, Moch. Idris Ridwan (23) warga Jalan Dupak Baru Surabaya. Dia diamankan, Senin 18 November 2019, sekira pukul 21.00 WIB.

Informasi dari masyarakat itu menyebut jika ada seorang laki-laki yang diduga menjual atau mengedarkan pil Koplo Double LL yang tidak disertai surat atau resep Dokter atau ilegal.

Pria tersebut akhirnya diamankan, dan setelah dilakukan pemeriksaan serta penggeledah rumah tempat tinggalnya telah ditemukan barang bukti pil Koplo.

Baca Juga  Pelatihan Kepemimpinan Ditutup, Pemkab Bojonegoro Berharap Bisa Bawa Perubahan Lebih Baik

“Tak tangung-tanggung, barang ilegal yang ditemukan berjumlah ribuan butir,” sebut AKP Priyanto melalui Kanit Reskrim Ipda Purwanto, Sabtu (23/11/2019).

Loading...

Lanjut Purwanto, barang bukti yang ditemukan anggotanya saat itu ada sebanyak 8.764 butir, yang disembunyikan dalam almari. Polisi juga mengamankan uang tunai dari hasil penjualan sebesar Rp. 1.900.000.

Kepada petugas, pelaku mengaku jika pil Double LL. tersebut dibeli dari seseorang bernama Izal melalui telpon dan lebih dulu mentranfer uang.

“Lalu barang dikirim sesuai dengan tempat yang ditentukan atau ranjau yakni di wilayah makam Jarak,” tambahnya.

Sebelumnya, pelaku ini menerima barang sebanyak 10 ribu butir, namun sudah terjual dan tersisa sejumlah 8.764 butir yang kini disita Polisi.

Baca Juga  Kunjungi Lapas Surabaya, Kakanwil Minta Jajarannya Dengarkan Keluhan Narapidana

“Sepuluh ribu butir dibeli dengan harga Rp. 9.000.000. Dan dijual lagi berisi sepuluh butir dengan harga Rp. 20.000 per tik,” tutup Purwanto.

Kini, pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsek Bubutan untuk proses penyidikan lanjutan. Dia akan dijerat dengan Pasal 196 UU RI. Nomer 36 tahun 2009, tentang Kesehatan. (*)

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakPenumpang KA Jayabaya Panik, Sekelompok Pemuda Lempari Kereta
Artikulli tjetërWarga Dukuh Kupang Tolak Dirut PDAM Calonkan Ketua RW

Tinggalkan Balasan