Rowo Bayu’ Simpan Situs Bersejarah Bagi Kota Banyuwangi

384
FOTO: Saji, Juru Kunci Petilasan Pertapaan Prabu Tawang Alun, Rowo Bayu, Songgon, Banyuwangi

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Selain terkenal dengan wisata alamnya yang indah dan sejuk, Rowo Bayu juga populer dengan wisata sejarah. Hal itu terbukti pada wilayah tersebut terdapat sebuah peninggalan kuno yakni petilasan pertapaan Prabu Tawang Alun.

Prabu Tawang Alun adalah leluhur rakyat Blambangan. Sementara itu, Desa Bayu di Kecamatan Songgon ini juga tak bisa dilepaskan dari sejarah kota Banyuwangi.

Hari jadi Banyuwangi yang selalu diperingati pada tanggal 18 Desember juga terinspirasi dari perang besar yang pernah terjadi antara rakyat Blambangan melawan penjajah di Desa Bayu. Perang ini dikenal dengan ‘Puputan Bayu’, yang terjadi pada tanggal 18 Desember 1771 silam.

Dalam perang itu, setidaknya puluhan ribu rakyat Blambangan meninggal dunia akibat perang besar-besaran melawan penjajah ini.

Di kawasan wisata Rowo Bayu juga terdapat pancuran sumber mata air yakni sumber mata air Kaputren, Dewi Gangga, Kamulyan, Panguripan, dan Rahayu. Konon cerita warga setempat, mata air itu dipercaya memiliki keistimewaan dan khasiat sendiri, namun semua itu kembali kepada kepercayaan mereka masing-masing.

FOTO: Salah satu sumber mata air di wisata Rowo Bayu

“Di Rowo Bayu hanya sebuah petilasan Prabu Tawang Alun yang di dalamnya ada sebuah danau kecil. Di sini juga ada beberapa sumber mata air,” ungkap Saji, Juru Kunci petilasan pertapaan Prabu Tawang Alun, pada Minggu (1/9/2019).

Baca Juga  Presiden Jokowi Nyatakan Perang Perburuk Situasi Ekonomi Dunia, Mendag Lutfi Bahas Pemulihan Ekonomi

Saji mengungkapkan, semua masyarakat dari manapun atau agama apapun boleh masuk di dalam petilasan Prabu Tawang Alun, Namun asalkan dengan niat dan tujuan dan baik.

Loading...

“Jangan ke petilasan hanya untuk minta nomor togel, nanti bisa kualat. Banyak juga kok mahasiswa atau pelajar yang datang kesini untuk belajar sejarah Blambangan atau belajar sejarah dari petilasan Prabu Tawang Alun ini. Jadi itu malah bagus agar mereka bisa mengenal sejarah nenek moyangnya,” kata Saji.

FOTO: Telaga ‘Rowo Bayu’, Songgon, Banyuwangi

Rowo Bayu yang terletak di kaki gunung Raung ini memiliki panorama pemandangan indah sebuah hutan asri dengan danau kecil di tengahnya. Hanya dengan jarak 35 kilometer dari pusat kota Banyuwangi, pengunjung bisa menikmati wana wisata Rowo Bayu.

Beberapa hari terakhir ini Rowo Bayu heboh di media sosial (Medsos) dengan adanya cerita tentang ‘KKN di Desa Penari’ yang dikaitkan dengan Rowo Bayu. Hal itu ternyata membuat resah para wisatawan yang hendak berkunjung ke wana wisata Rowo Bayu.

Baca Juga  Dorong Pusat Perbelanjaan Hindari Produk Palsu

Salah satu wisatawan, Reza Azizi dibuat penasaran cerita ‘KKN di Desa Penari’ yang informasinya berlokasi di Rowo Bayu. Akhirnya, dirinya pun mengklarifikasi cerita itu yang kebetulan juga hadir Kepala Desa (Kades) Bayu, Sugito.

Faktanya, cerita ‘KKN di Desa Penari’ bukanlah terjadi di Desa Bayu, Reza berharap masyarakat bisa menepis isu bahwa kawasan wisata Rowo Bayu bukan bagian dari cerita itu.

“Saya harap, siapa pun yang membuat cerita ini seharusnya tidak mencantumkan foto Rowo Bayu. Terlebih tempat ini bukanlah lokasi yang ada pada cerita,” tegas Reza wisatawan sekaligus vloger asal Kecamatan Srono ini.

Reza pun menyayangkan atas cerita ini yang dikaitkan dengan Rowo Bayu. “Kalau begini kan kasihan warga sekitar, otomatis warga resah. Nyatanya Rowo Bayu hanyalah sebuah tempat wisata alam yang masih alami, di sini kita juga bisa banyak belajar tentang sejarah,” tandasnya. (*)

Reporter: Rochman
Editor: Rizky

Loading...
Artikulli paraprakTiga Maling Motor Dibekuk, Satu Diantaranya di Dor Setelah Kirim ke Madura
Artikulli tjetërRekrutmen CPNS dan P3K 2019 Belum Jelas

Tinggalkan Balasan