Ritual Keboan Aliyan Tidak Mengundang Warga Desa Lain

118
Warga kesurupan roh leluhur bertingkah layaknya kerbau. (FOTO: Rochman/Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Ritual adat Keboan, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi sudah digelar. Namun, Tokoh adat dan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat sepakat tidak mengundang warga dari desa lain.

Dalam acara ritual itu sangat sederhana dan singkat. Apalagi warga pun tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan memakai masker. Himbauan melalui pengeras suara pun terus dikumandangkan.

“Masyarakat kami sadar diri, walaupun ada kerumunan itu kami tidak bisa membendung, karena ini adalah adat,” kata Kepala Desa (Kades) Aliyan, Anton Sujarwo, SE, usai ritual Keboan, pada Minggu (15/8/2021).

Acara bersih desa ini cukup sakral dan mistis. Hal ini terlihat, warga Desa Aliyan mengalami kesurupan masal ketika masuk bulan suro atau muharram. Mereka dirasuki oleh roh leluhur yang meminta acara selamatan desa segera digelar.

Baca Juga  Duh! Tukang Becak Bawa Serbuk Putih, Total 3 Gram Lebih

Baca Juga:Warga Desa Aliyan Mendadak Kerasukan, Roh Leluhur: Minta Adat Tradisi Tetap Digelar

Loading...

“Semua ini dadakan tidak ada rencana, lantaran banyak warga kami yang mengalami kerasukan roh leluhur,” ucap Anton yang juga Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (Askab) ini.

Namun, jika acara ritual Keboan dan bersih desa ini tidak digelar. Maka, masyarakat Desa Aliyan akan mengalami kesurupan roh leluhur sepanjang bulan suro.

“Tapi alhamdulillah, meski sederhana masyarakat kami sudah lega lantaran sudah digelarnya ritual ini,” jelasnya.

Baca Juga:Petani Banyuwangi Mendadak Kesurupan Masal dalam Ritual Tradisi ‘Keboan Aliyan’

Tradisi Keboan sendiri dipercaya sebagai ritual tolak bala mengusir wabah pagebluk dan terhindar dari marabahaya negatif.

Baca Juga  Data Ombudsman RI Jatim: Kemenkumham Jatim Zero Pengaduan

Sekedar diketahui, saat ini masih dalam massa Pandemi Covid-19 dan PPKM. Acara ritual ini cukup digelar sederhana dan singkat. Terlebih, masyarakat tetap mematuhi prokes secara ketat. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaAKBP Yakhob Silvana: Selamat Hari Pramuka
Berita berikutnyaPuluhan Mobil PMK Dikerahkan Padamkan Gudang Kerajinan Kayu Jati Terbakar di Surabaya

Tinggalkan Balasan