Ritual Barong Ider Bumi Banyuwangi Digelar Sederhana

49
Ritual Barong Ider Bumi, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. (Istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Ritual barong ider bumi digelar sederhana. Meski, pandemi COVID-19 tak membuat warga Banyuwangi menghilangkan ritual tolak bala yang dilestarikan oleh warga suku Osing, Banyuwangi ini.

Kegiatan yang digelar hari kedua lebaran setiap tahunnya digelar secara sederhana. Barong berkeliling kampung, dengan dikawal oleh petugas penyemprotan disinfektan, sebagai kepatuhan protokol kesehatan mencegah pandemi.

Kegiatan ritual tersebut digelar oleh warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jumat (14/5/2021). Iring-iringan Barong tak lebih dari 20 orang. Selain itu, ada petugas khusus yang melakukan pembubaran masyarakat yang bergerombol, saat menonton Barong diarak keliling kampung sejauh hampir 3 kilometer.

Kegiatan ini merupakan kegiatan ritual bersih desa warga Kemiren, mencegah pagebluk. Kegiatan ritual yang berlangsung sudah puluhan tahun lalu itu, terus dilakukan sebagai kepercayaan masyarakat dalam mengusir penyakit dan marabahaya.

Baca Juga  Bawa Ratusan Miras, Pasutri di Surabaya Berurusan dengan Polisi

“Kegiatan ini digelar untuk mengusir penyakit dan pagebluk di Desa kami. Ini sudah berlangsung puluhan tahun. Kami tidak berani tidak melakukan meski pandemi COVID-19 sedang berlangsung,” kata Suhaimi, tokoh masyarakat adat Kemiren kepada wartawan

Loading...

Pada pandemi ini, kata Suhaimi, kegiatan ritual adat Barong Ider Bumi ini digelar secara sederhana. Yakni kegiatan Nyekar di Buyut Cili, tokoh yang membuka desa Kemiren, kemudian digelar arak-arakan Barong khas Banyuwangi yang berumur ratusan tahun. Jumlah personel Barong pun tak lebih dari 20 orang.

“Kita lakukan dengan sederhana. Biasanya ratusan orang yang ikut. Tapi saat ini tidak lebih dari 20 orang saja yang ikut,” tambahnya.

Ditambahkan oleh Kepala Desa Kemiren, M. Arifin, pihaknya telah membentuk Satgas untuk mengantisipasi kemunan saat arak-arakan berlangsung. Selain itu, selama kegiatan arak-arakan Barong, juga ada petugas yang menyemprotkan disinfektan sepanjang kegiatan berlangsung.

Baca Juga  Viral, Video Pembuangan Tebu, Diduga Terjadi di Wilayah PTPN XII Kalitelepak

“Kita juga membentuk Satgas yang mengawal arak-arakan Barong. Ada juga yang memberikan imbauan patuhi prokes selama berlangsung ritual Ider Bumi,” tambahnya.

Para pelaku Barong Ider Bumi pun juga mematuhi protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah belangsungnya acara.

“Protokol kesehatan juga kita terapkan untuk personel Barong. Mulai dari penabuh hingga pembawa Barong dan pitik-pitikan,” pungkasnya.

Warga berharap, adanya Barong Ider Bumi bisa menghilangkan COVID-19 di Banyuwangi. Karena, banyak kerugian yang dialami masyarakat selama pandemi COVID-19 ini.

“Harapannya, semoga pandemi COVID-19 segera berakhir. Karena COVID-19 membuat masyarakat sengsara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprak215.997 Kendaraan di Periksa, 21 Orang Reaktif
Artikulli tjetërAntisipasi Kerumunan Masa Libur Lebaran, Polresta Sidoarjo Patroli Humanis

Tinggalkan Balasan