Adam Rusydi
Pengurus kecamatan Partai Golkar Sidoarjo membagikan beras kepada masyarakat.

SIDOARJO (Kabarjawatimur.com)
DPD Golkar Kabupaten Sidoarjo membagikan 1,5 ton beras kepada masyarakat di bulan suci Ramadan 1442 H/2021 M. Pembagian tersebut dilakukan melalui pimpinan kecamatan Partai Golkar Sidoarjo.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo Adam Rusydi mengatakan, pembagian beras ini sebagai upaya untuk menyerap beras petani yang mengalami penurunan harga di masa panen. Harga gabah turun drastis dari harga normal biasanya. Bahkan petani tidak mendapatkan keuntungan sama sekali di masa panen raya ini.

“Aksi DPD Golkar Sidoarjo ini kita beri nama sebagai beras untuk rakyat. Di samping itu juga, kami juga yakin beras juga bisa meringankan kebutuhan warga di masa pandemi, terlebih di bulan Ramadan,” ujar anggota Komisi E DPRD Jawa Timur ini, Selasa (20/4/2021).

Baca Juga  Seklem AAL Tinjau Lattek Manajerial Taruna AAL Korps Suplai di PT. Pindad

Lanjut Adam, selama awal puasa DPD Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo bersama Fraksi Golkar DPRD Sidoarjo membeli beras (gabah) milik petani secara langsung.

Menurutnya, harga gabah kering giling (GKG) yang biasanya seharga Rp 4.600 per kilogram, kini hanya seharga Rp 3.800 per kilogram.

Loading...

“Aksi membeli beras dari petani secara langsung ini instruksi DPD Golkar Jatim untuk meningkatkan kesejahteraan para petani padi. Apalagi, saat panen raya pemerintah tidak mampu menyerap padi dari petani. Kami (Partai Golkar) berinisiatif membeli langsung dari petani ini,” sambung mantan staf ahli anggota DPR RI Adies Kadir ini.

Sebelum puasa tiba, DPD Partai Golkar membeli beras milik Karsono petani asal Desa Simo Angin-Angin, Kecamatan Wonoayu. Adam Rusydi bersama 4 anggota dan pimpinan fraksi DPRD Sidoarjo, Warih Andono, M Nizar, Arief dan Ali Sujipto langsung membeli beras sebanyak 1,5 ton dari petani itu.

Baca Juga  Adam Rusydi: Kami Ingin Membangun Koalisi Lebih Baik untuk Sidoarjo

Dalam kesempatan ini para politisi Golkar Sidoarjo ini juga melakukan dialog soal kesulitan yang dialami petani dalam mengembangkan lahan pertaniannya.

“Saat dialog petani di Kecamatan Wonoayu membutuhkan saluran irigasi, kelangkaan pupuk bersubsidi dan harga jual yang murah ketikan masa panen tiba. Karena itu, permasalahan ini merupakan pekerjaan rumah bagi Golkar Sidoarjo untuk dicarikan solusinya. Seharusnya, ketika masa panen, petani benar-benar bisa panen dengan harga jualnya normal,” cerita Adam saat berdialog dengan petani. (*)

Reporter: Boy
Editor: Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaSowan ke Kapolri, Dirjen Bea Cukai Minta Dukungan Naikan PNBP
Berita berikutnyaTingkatkan Iman dan Taqwa Bulan Ramadan, Tahanan Polda Jatim Ngaji

Tinggalkan Balasan