Ribuan Mahasiswa Jember Turun ke Jalan, Ada Apa ?

13

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan HMI, GMNI, IMM, dan KAMMI yang tergabung dalam Cipayung Plus Jember lakukan aksi turun ke jalan untuk menolak sejumlah rancangan undang-undang (RUU) dan undang-undang (UU) yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan DPR RI.

Aksi mahasiswa diawali dari bundaran double way Unej kemudian mereka bergerak dengan berjalan kaki menuju bundaran Gedung DPRD Kabupaten Jember, Senin (23/9/2019).

Dalam aksinya mahasiswa menolak beberapa RUU diantaranya RUU KPK hasil revisi, RUU Pertanahan yang dinilai unsur liberalisasi tanah, pembahasan RKUHP yang dianggap masih banyak memuat pasal kontroversial, dan RUU Pemasyarakatan yang dinilai menurunkan efek jera bagi narapidana.

Loading...

Selain berorasi, massa membawa sejumlah banner dan tulisan yang isinya menggambarkan penindasan terhadap rakyat. “Suara rakyat adalah yang terpenting. Kalau yang masih di sini tidak didengar berarti mereka tidak peduli dengan kita,” ujar salah satu orator Andi Saputra kepada massa aksi.

Usai berorasi disekitar bundaran DPRD, massa mahasiswa bergerak menuju ke gedung dewan untuk menemui para wakil rakyat. Di depan gerbang kantor wakil rakyat mahasiswa disambut oleh sejumlah anggota DPRD Jember, diantaranya Agusta Jaka Purwana, Tri Sandy, David Handoko Seto, Andi, dan sejumlah anggota lainnya. Juga 3 Wakil Ketua DPRD Jember Halim, Agus Sofyan, dan Dedi.

Mahasiswa kamasuk ke ruang Banmus untuk menyepakati tuntutan aksi yang dilakukan Cipayung Plus Jember.

Reporter: Rio

Loading...

Tinggalkan Balasan