Ribuan Jamaah Hadiri Ngaji Bareng Cak Nun dan Gus Mus di Gresik

29
Cak Nun dan Gus Mus saat hadir di acara Ngaji Bareng di Bungah, Gresik.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Ribuan jamaah dari dalam dan luar daerah tampak menghadiri Maulid Nabi yang dikemas dalam acara Ngaji Bareng bersama Cak Nun dan Gus Mus di lahan kosong milik H Saiful Arif, di Desa/Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, pada Senin (16/12/2019) malam.

Dalam ceramahnya, KH Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus menyampaikan, kekayaan alam yang melimpah merupakan berwujudan sifat Rahman dan Rahim dari Allah SWT. Oleh karena itu, harus dikelola dan dimanfaatkan demi kesejahteraan rakyat.

“Allah SWT hadir dengan sifat Rahman dan Rahimnya. Kalau ada orang salah dibiarkan saja sampai dia sadar. Pejabat yang korupsi masih bisa bebas berkeliaran,” tutur Gus Mus.

Sebaliknya, bila tuhan menggunakan sifat Al Muntaqim, maka mahluk ciptaannya akan babak belur. Karena bila melakukan kesalahan seketika itu juga dihukum sesuai dengan perbuatannya. “Kita bisa benjol semua. Salah sedikit langsung dihukum,” katanya.

Baca Juga  Komisi III Minta Kapolri Jelaskan Alasan Pembentukan Pam Swakarsa

Dalam hal kepemimpinan, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok pemimpin yang bijaksana. Beliau bisa memanusiakan manusia dengan menempatkan segala sesuatu dengan tepat. Seperti halnya saat menjadi imam salat, tidak ada jamaah yang ‘ngerasani’

Loading...

“Saat ini banyak pemimpin yang seakan-akan manusia. Kanjeng Nabi Muhammad SAW kalau menjadi imam tidak perlu membaca sutat yang panjang-panjang. Karena makmum itu dari berbagai macam orang,” tegasnya.

Selanjutnya, kata Emha Ainun Najib atau akrab disapa Cak Nun. Banyak pemimpin yang tidak meneladani Rasulallah ketika 10 tahun menjadi pemimpin, setelah ada kesepakatan perjanjian Madaniyah. Dan adopsi demokrasi dari negara barat sangat berbeda dengan ideologi pancasila.

“Pancasila adalah kebebasan dengan batasan kepatuhan kepada Allah SWT. Jadi demokrasi dan Pancasila itu beda,” ucap Cak Nun.

Baca Juga  Gus Yani Siap Berjuang Kembalikan Kejayaan Gresik United

H Saiful Arif selaku penyelenggara menambahkan, dengan mengenal sifat-sifat Allah dan keteladanan Rasulallah, generasi milinial penerus bangsa dan juga jamaah maiyah bisa belajar lebih fokus dalam mengelola kekayaan sumber daya alam.

“Saya ingin mengajak teman-teman maiyah akan kesadaran berpikir, bahwa Indonesia dirahmati Allah SWT dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Mari kita cari pemimpin yang benar-benar memikirkan melangsungan anak cucu kita,” kata pria yang akrab disapa Kaji Ipung ini. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan