RHU Kalibokor Surabaya Nekat Buka, Petugas Satpol PP Berikan Sanksi Tegas

142

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)-Penyegelan Rumah Hiburan Umum (RHU) yang nekat beroperasi dikala masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kawasan Kalibokor, Surabaya pada hari Sabtu (04/09/2021) dilakukan oleh gabungan petugas Satpol PP dan jajaran Linmas Kota Surabaya.

Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibum) Satpol PP Kota Surabaya, Saiful Iksan menjelaskan, dari hasil operasi tersebut, pihaknya mengamankan para pengunjung dan karyawan berjumlah 26 orang di Mako (Kantor Satpol PP). Mereka terdiri dari 13 orang pria dan 13 perempuan.

“Ada 3-4 orang tukang (pekerja bangunan), mereka pura-pura jaga di depan. Kelihatan tidak ada operasional, kita dikelabui tukang bahwa di sana lagi renovasi,” ungkapnya.

Baca Juga  Rektor UTM Berikan Penghargaan pada Prodi, Dosen, Tendik dan Mahasiswa Berprestasi

Diakui tak mudah bagi petugas mengetahui RHU ini sedang beroperasi, karena seperti yang diketahui beberapa karyawan sempat mengelabuhi petugas sehingga lokasi tersebut tidak terlihat sedang beroperasi. Tetapi petugas tidak langsung percaya begitu saja, karena salah satu petugas sempat melihat bahwa pendingin ruangan yang berada diluar tiba-tiba dimatikan Ketika mereka datang.

Loading...

“Sekitar pukul 22.00 WIB kita masuk. Masuk lewat ruangan itu ada pintu terbuka sedikit, ada hembusan dingin (AC). Sama teman diintip (dilihat) ternyata diganjal (sekat) sama kayak mesin cuci. Sama teman-teman Linmas yang tubuhnya kecil itu akhirnya bisa masuk dan ternyata di dalam banyak orang,” ungkapnya.

Sementara itu, diketahui si pemilik RHU sempat membentak para petugas sebelum seluruh pengunjung dan karyawannya diamankan. Namun, setelah dijelaskan secara Persuasif oleh petugas, akhirnya si pemilik, pengunjung, maupun karyawan berhasil diamankan.

Baca Juga  Polisi Tangkap Kawanan Pencuri Sepeda Motor di Bangkalan

Setelah itu, petugas pun melakukan pendataan Administrasi. Denda pun tetap diberlakukan, yakni per-orang dikenakan Rp. 150 ribu karena Tindakan melanggar Protokol Kesehatan (Prokes). Pemeriksaan Swab juga turut dilaksanakan di kantor Satpol PP.

“Kalau selama PPKM ini RHU belum ada yang boleh beroperasi, ya kita tetap jalan (razia). Kalau misal nanti sudah boleh buka dan ada batasan waktu, itu kita juga akan turun lakukan pengawasan,” pungkasnya. (*)

Reporter : Gita Tamarin

Loading...
Artikulli paraprakWanita Cantik dan 2 Pria Ditangkap, Buang Janin di Kloset Hotel
Artikulli tjetërPemkot Surabaya Libatkan Lembaga Independen Untuk Isi Kekosongan Jabatan PD

Tinggalkan Balasan