Resmikan Rumah Vokasi Gresik, Gubernur Khofifah Optimistis Tingkatkan Ketrampilan dan Turunkan Pengangguran

40
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto saat meresmikan Rumah Vokasi Gresik.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis keberadaan rumah vokasi mampu berkontribusi besar terhadap peningkatan ketrampilan dan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) khususnya bagi lulusan SMK di Jawa Timur.

Hal itu dikemukakan Khofifah ketika meresmikan Rumah Vokasi di Kabupaten Gresik, Jumat (24/6). Rumah Vokasi tersebut berdiri atas inisiasi Kadin Jatim dalam upaya penyediaan pendidikan dan pelatihan vokasi bagi pelajar SMK Jatim.

“Jadi tingkat pengangguran terbuka dari SMK di Jawa Timur sudah di bawah 1 digit, kalau ada rumah vokasi di sini, Insyaallah akan berdampak lebih signifikan pada penurunan TPT khususnya lulusan SMK di Jatim, termasuk di Gresik,” katanya.

Dia menyampaikan, Rumah Vokasi ini akan memberikan dampak lebih signifikan bila mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Terlebih apabila mampu membangun kerjasama dengan Fakultas Vokasi serta dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja.

Pemprov Jatim, kata Khofifah, siap berperan aktif. Salah satunya dengan memberikan dukungan dengan mengizinkan tanah milik Pemprov Jatim untuk digunakan dalam pengembangan pendidikan vokasi jika akan didirkan di Gresik.

Langkah tersebut bukan tanpa alasan, menurut Khofifah dukungan tersebut harus dilakukan karena melihat Kabupaten Gresik termasuk salah satu daerah industri ring satu di Jawa Timur.

“Harapan kami, warga Gresik akan berperan signifikan khususnya bagi siswa SMK untuk mengisi area industri sehingga secara spesifik diarahkan agar sesuai dengan peluang kerja yang dibutuhkan,” ucapnya.

Baca Juga  Rektor UTM Berikan Penghargaan pada Prodi, Dosen, Tendik dan Mahasiswa Berprestasi

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa persentase industri manufaktur di Jawa Timur telah mencapai lebih dari 30%. Untuk menjawab kebutuhan tersebut dibutuhkan pendidikan dan pelatihan yang mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri manufaktur tersebut.

Rumah vokasi, kata dia, harus direvitalisasi agar mampu mengakomodasi kebutuhan industri dengan penyesuaian kurikulum pada pendidikan dan pelatihan vokasi. Termasuk dengan memberikan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan vokasi khusus seperti di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK.

Khofifah menyebut bahwa langkah ini sudah sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 68 tahun 2022 tentang revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi.

Loading...

Terkait Perpres tersebut, secara khusus Gubernur Khofifah memberikan apresiasi terhadap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim yang telah memberikan kontribusi penting. Yaitu termasuk salah satu tim yang pertama kali menindaklanjuti dengan membreakdown fungsi Kadin ke dalam fungsi pelatihan dan pendidikan vokasi.

“Kadin Jawa Timur merupakan Kadin pertama yang membreakdown fungsi Kadin untuk bisa menjadi bagian dari revitalisasi pelatihan dan pendidikan vokasi,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa rumah vokasi adalah bagian dari upaya Pemkab Gresik untuk menurunkan angka pengangguran lulusan SMK di Kabupaten Gresik.

Gus Yani mengatakan bahwa Rumah Vokasi ini akan memberikan pelatihan dan pendidikan vokasi sesuai dengan kebutuhan industri dengan didukung oleh Kadin, HIPMI dan Apindo.

“Kami ingin memberikan mental yang kuat pada lulusan SMK ketika masuk sebuah industri. Baru 3 bulan enggak kuat keluar lagi karena keterbatasan skill atau kemampuan dan kapasitas, maka kami hari ini dibuatlah satu rumah vokasi yang mana tujuannya untuk memberikan kekuatan mental pelatihan-pelatihan dan juga keterampilan yang terus kita berikan satu semangat untuk para adik-adik SMK,” ungkapnya.

Baca Juga  Koni Bangkalan Evaluasi Cabor Tak Penuhi Target Porprov

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menyebut, Rumah Vokasi ini nantinya akan memfasilitasi konsultasi, pelatihan dan pendidikan yang berkaitan dengan vokasi. Tentunya dengan penyesuaian kurikulum pada pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri.

“Supaya ada harmonisasi kurikulum hingga betul-betul nanti lulusan dari SMK sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri,” kata Adik Dwi Putranto.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyaksikan penandatanganan MoU antara Rumah Vokasi dan Politeknik Semen Indonesia (POLTEKSI).

Hadir pula IHK Kadin Jerman, Ketua Kadin Jatim, Ketua APINDO Jawa Timur, Direktur Kadin Institut Jawa Timur, Sekda Gresik, Dewan Pengarah Rumah Vokasi, Rektor Universitas Internasional Semen Indonesia, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Rektor Universitas Qomarudin, Rektor Universitas Gresik, sejumlah Kadin Kabupaten Kota di Jatim, beberapa perwakilan Perusahaan dan Sekolah di Kab. Gresik.

Turut mendampingi Ka. Bakorwil Bojonegoro, Kadis Pendidikan Prov. Jatim, Kadis Perindag Prov. Jatim, Kadisnaker Prov. Jatim, Karo Perekonomian Setda Prov. Jatim, Karo Kesra Setda Prov. Jatim. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakWushu Sumbang Medali Pertama untuk Jember
Artikulli tjetërCabor Kempo Pertandingkan 18 Nomor di Porprov VII Jember

Tinggalkan Balasan