Resmi Tersangka, Bos PT Gala Bumi Perkasa Dijebloskan Penjara

31

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Bos PT Gala Bumi Perkasa, Henry J.Gunawan (HJG) kini resmi menyandang status tersangka setelah mendatangi proses persidangkan Kajari (Kejaksaan Negeri) Surabaya.

Penahanan HJG, dilakukan pihak Kajari Surabaya setelah menerima proses pelimpahan tahap II dari penyidik Polrestabes Surabaya. Tersangka HJG didampingi tim kuasa hukumnya mendatangi ruang tahap II di lantai 2 Kantor Kejari Surabaya, pukul 11.00 wib, Kamis (10/08/2017).

Sebelumnya, HJG juga telah menjalani hukuman penjara di rumah tahanan kelas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo terkait kasus penipuan dan penggelapan pada seorang notaris, Caroline.

Pelaksaan proses persidangan tahap II ini sempat berlangsung agak alot, dengan insiden fakta persidangan HJG yang sempat menolak menandatangani surat penahanan atas dirinya.

Kendati demikian, pihak Kajari Surabaya tak gentar atas penolakan yang diajukan HJG. Jaksa tetap membacakan dakwaan dan berhasil menyeret dan menjebloskan HJG ke dalam jeruji pesakitan.

Sekitar pukul 15.00 WIB (3 Sore), HJG turun dari ruang tahap II, langsung digelandang oleh petugas Kejari Surabaya menuju mobil tahanan Kejari Surabaya menuju rutan Medaeng, Sidoarjo.

Baca Juga  Destinasi Wisata Bojonegoro Dilengkapi Kuliner Sebagai Penunjang

Saat digelandang menuju mobil tahanan bersama pelaku kriminal lainnya, HJG sempat ngoceh dan menggerutu tak terima atas penahanan dari hasil gelar persidangan.

“Ada konspirasi pada penahanan saya,” singkat Henry J.Gunawan menjawab pertanyaan awak media.

Loading...

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi membenarkan atas penahanan HJG. Pasalnya, yang dilakukan HJG hanya untuk alasan obyektif.

“Kami bersikap profesional sesuai KUHP (Kitab Hukum Pidana), dengan ancaman hukuman bisa ditahan, sedangkan alasan subyektifnya adalah untuk memperlancar proses persidangan,” ungkap Didik Farkhan.

Lebih lanjut dikatakan Kepala Kejari Surabaya, pihkanya segera melimpahkan berkas perkara ini ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Didik tak mau menanggapi ocehan HJG yang mengaku jadi korban konspirasi terkait penahanannya.

Baca Juga  Sembunyikan Barang Dalam Kamar Kost, Pria ini Terpaksa Berurusan dengan Polisi

“Susah kalau semua tersangka ditahan bilang ada konspirasi,” tuturnya. Kepala Kajari, Didik mengaku HJG melalui tim pengacaranya sempat mengajukan permohonan penangguhan penahanan, tapi upaya itu ditolak.

“Tim penasehat hukumnya memang mengajukan penangguhan penahanan,” terangnya. Seperti diketahui, kasus yang menjerat HJG ini bermula saat notaris Caroline mempunyai seorang klien yang sedang melakukan jual beli tanah sebesar Rp 4,5 miliar. Setelah membayar ke HJG, korban tak kunjung menerima Surat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Kemudian, saat korban ingin mengambil haknya, Henry J.Gunawan mengaku bahwa SHGB tersebut di tangan notaris Caroline. Namun setelah dicek, Caroline mengaku bahwa SHGB tersebut telah diambil seseorang yang mengaku sebagai anak buah Henry. Kabarnya, SHGB itu ternyata dijual lagi ke orang lain oleh Bos PT Gala Bumi Perkasa itu dengan harga Rp 10 miliar.

Reporter :Ona
Editor :Budi
Publisher :Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakPMI Cabang Sampang Peringati Kemerdekaan Dengan Donor Darah
Artikulli tjetërMobil Crane Tabrak PJU Dan Traffick Light Kerugian Capai 20 Juta

Tinggalkan Balasan