Relawan Jatim Bareng Dokter Tirta Sasar 5 Pasar Tradisional Lawan Covid-19

106
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Dr Tirta foto bersama relawan Jatim usai menyasar lima pasar di Surabaya.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Tingginya angka korban positif coronavirus disease (Covid-19) di Surabaya hingga menjadikan Kota Pahlawan ini masuk dalam daftar hitam, menggugah dr. Tirta dan relawan Jawa Timur menggelar aksi lanjutan pencegahan Covid-19 selain di Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI
Seorang relawan sedang membagi-bagikan masker kepada warga di sekitar pasar.

Aksi yang digelar Rabu (8/7) kemarin, para relawan menyasar pedagang Pasar Wonokromo, Jojoran, Kapasan, Pabean, dan Simo. Mereka spontan membagikan masker, hand sanitizer, face shield, dan leafet, serta edukasi pencegahan Covid-19 secara tepat.

“Tidak berbeda dari sebelumnya di Jakarta, aksi ini untuk memberikan kesadaran kepada pedagang pasar Surabaya dan memberikan edukasi bagaimana cara menjaga kesehatan secara benar,” ujar Sureza Sulaiman, Koordinator Pusat Brigade Pelajar Islam Indonesia (BPII), kemarin.

Loading...

Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Jawa Timur seperti Brigade Pelajar Islam Indonesia (BPII), Pemuda Muslimin Indonesia, Brigade GPII, Komunitas Cinta Bangsa (KCB), IPPI, Relawan Dompet Dhuafa, Gema Mathlaul Anwar, Prima DMI, Aliansi Mahasiswa Surabaya, IDI, JDN, dan beberapa influencer serta relawan pengusaha dipimpin Tom Liwafa, terlihat semangat. Mereka saling berkolaborasi dan bersinergi dengan membentuk tim kuat yang dinamakan ‘Relawan Gugus Tugas Covid-19 Surabaya’.

Baca Juga  Kabupaten Bojonegoro Ikuti Event Jatim Kominfo Festival

“Ketika melihat kami tiba, banyak di antara mereka yang tergesa-gesa menghampiri kami dan langsung praktik menggunakan apa yang kami bawa,” sambung Salim, Koordinator Relawan Gugus Tugas Covid-19 Surabaya.

Hal senada diungkapkan oleh  dr. Tirta. Saat turun ke lapangan, ia pun merasakan keantusiasan yang sama ketika bertemu dengan supir angkot.

“Ketika saya bawa masker, si Bapak tiba-tiba minta sepuluh masker dan kemudian ia kasih ke semua penumpangnya,” ungkapnya.

Bahkan, kondisi di lapangan itu, semakin membuat dr. Tirta memperjelas bahwa media saat ini terlalu sering memberitakan hal-hal negatif yang pada akhirnya membuat stigma negatif di masyarakat.

“Media sekarang jarang upload foto orang-orang yang sudah taat memakai masker. Mereka goreng informasi ketika ada yang nggak makai masker, dan kemudian membuat narasi bahwa masyarakat Surabaya ini ‘nakal’ tidak taat peraturan,” bebernya.

Baca Juga  Dinas PMD Bojonegoro Gelar Workshop Optimalisasi Aplikasi Siskeudes

Sebaliknya, ia membuktikan bahwa inisiatif warga Surabaya masih ada. “Buktinya, dimanapun kita berada, banyak dari masyarakat yang masih taat peraturan semisal dalam menggunakan masker, bahkan di tempat cangkruk sekalipun,” pungkas dr. Tirta. (*)

Reporter: Boy
Editor: Okin Dzulhilmy

Loading...
Artikulli paraprakFakta Delapan Remaja Perkosa Janda Muda
Artikulli tjetërPria Petemon Dihajar Warga Rungkut, Gara Garanya Burung Cucak Hijau

Tinggalkan Balasan