Refleksi Hardiknas 2022, Pemkab Bojonegoro Sambut Pemulihan dan Bergerak Untuk Merdeka Belajar

41
Sekda Bojonegoro Nurul Azizah saat membacakan pidato Menteri

BOJONEGORO (Kabarjawatimur.com) – Bertempat di halaman Pendopo Malowopati, Pememerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Selasa (17/05/2022).

Upacara Hardiknas yang bertema Pemulihan Bersama dan Bergerak Untuk Merdeka Belajar tersebut, dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah selaku Inspektur Upacara dan diikuti jajaran PNS lingkup Pemkab Bojonegoro.

Sesuai Pidato Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Sekda Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah menyampaikan, bahwa selama dua tahun terakhir banyak tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya dan harus dihadapi bersama. Bahkan, tidak pernah membayangkan dapat mengatasinya.

“Hari ini adalah bukti, bukti bahwa kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba. Kita tidak hanya bisa melewati, tetapi mampu berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan,” ujar Sekda.

Merdeka Belajar di tahun ketiga pandemi, Kemendikbudristek menghadirkan Kurikulum Merdeka, berawal dari upaya membantu para guru dan murid di masa pandemi dan terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran.

Baca Juga  Peringkat Naik, Jember Menjadi Kabupaten Layak Anak Peringkat Nindya 2022

Kini Kurikulum Merdeka sudah diterapkan lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan.

Loading...

“Anak-anak kita juga tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karena asesmen nasional yang sekarang kita gunakan tidak bertujuan untuk menghukum guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar dan supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif, serta bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan,” lanjutnya.

Semangat serupa juga terdengar dari para seniman dan pelaku budaya yang sekarang mulai bangkit dan berkarya lagi dengan lebih merdeka. Berkat kegigihan berbagai pihak untuk melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya perta di Indonesia. Dampaknya, sekarang tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi menggerakkan pemajuan kebudayaan.

Semua perubahan positif yang diusung bersama ini tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru, dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui Presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20.

Baca Juga  Kelompok Residivis Pencurian Tertangkap, Tiga Diantaranya Wanita

“Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia,” tuturnya.

Langkah hari ini, lanjut Sekda, sudah semakin serentak dan laju sudah semakin cepat, namun belum sampai di garis akhir. Maka, tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. Kedepan, masih akan ada angin yang kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi.

“Kita akan terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar. Selamat Hari Pendidikan Nasional,” pungkas Sekda mengakhiri penyampaian pidato Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Disi lain, Sekda juga mengimbau kepada jajaran PNS untuk menyelesaikan tugas di 2022 sesuai dengan indikator dan parameter yang berlaku. (*)

Reporter : Pradah Tri W

Loading...
Artikulli paraprakJelang Laga Persahabatan Persebaya, Bonek Dapat Bantuan Ambulance
Artikulli tjetërDiduga Dilecehkan, Tiga Eks Karyawati Jasa Printing di Bojonegoro Mengaku Trauma

Tinggalkan Balasan