Rebutan Penumpang, Driver Online dan Ojek Pangkalan di Banyuwangi Nyaris Adu Jotos

87
Driver Online dan Ojek Pangkalan ketika di depan Stasiun, Rogojampi, Banyuwangi

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Hanya gara-gara rebutan penumpang, dua kelompok Driver Online dan Ojek Pangkalan (Opang) di Banyuwangi, Jawa Timur nyaris adu jotos pada Jum’at (11/10/2019) siang.

Hal itu berawal dengan adanya pemberlakuan zonasi penjemputan calon penumpang di Stasiun Rogojampi, Banyuwangi.

Setidaknya, ratusan driver online mendatangi pangkalan Opang yang berada di area stasiun Rogojampi, guna klarifikasi peraturan zonasi yang kabarnya dilanggar oleh salah satu opang.

“Mana yang kemarin sudah melabrak salah satu driver online, bawa kemari,” kata salah satu driver aplikasi.

Permasalahan antara dua kelompok driver ini, dipicu oleh salah satu anggota opang yang mendatangi driver online, saat penjemputan penumpang di tepian jalan raya. Opang merasa tersinggung lantaran driver aplikasi dirasa telah menyerobot lahan miliknya.

Dalam upaya mediasi oleh Kepolisian setempat dikantor Stasiun Rogojampi, Opang mengaku tidak merasa menyerobot penumpang. Justru ia menuding bahwa pihak online mengarahkan penumpang yang telah order untuk berjalan ratusan meter guna menjangkau titik penjemputan.

Baca Juga  Wanita Tergeletak, Shelter Stasiun Kertomenanggal Mendadak Ramai

“Kita itu kasihan, karena penumpang kebingungan, dan akhirnya jalan kaki,” kata Solikin, Opang area stasiun.

Sedangkan pihak driver online sendiri, mengaku bahwa pihaknya tidak pernah melanggar kesepakatan zonasi yang telah ditandatangani bersama. Bahkan pihaknya mengarahkan kepada seluruh driver aplikasi untuk mematuhi peraturan yang berlaku.

Loading...

“Kita selalu jemput orderan di tepian jalan poros, sesuai kesepakatan. Masalah penumpang menghampiri kami dengan ojek, becak atau jalan kaki, itu hak mereka,” kata Irwan Sugiono, perwakilan driver online Banyuwangi.

Setiap order, lanjut Irwan, kami selalu mengatakan penjemputan tidak bisa dilakukan diarea stasiun, karena peraturan zonasi. “Kita arahkan kepada penumpang, agar menggunakan becak atau ojek sekitar stasiun untuk bertemu di titik penjemputan,” tambahnya.

Upaya mediasi yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut berujung jalan buntu. Bahkan salah satu pihak tidak mengakui dan menyetujui peraturan yang kabarnya sudah 3 kali mengalami revisi tersebut. Suasana pun sempat menghangat, lantaran salah satu perwakilan lainnya mengusulkan agar tidak diberlakukan sistem zonasi.

Baca Juga  Giliran Pegupon Dinoyo Surabaya Dirobohkan

Bahkan, dia bersikukuh ketika opang tetap melakukan perbuatan yang sama, maka selanjutnya driver online akan berpacu pada perundang-undangan yang berlaku. Dimana tidak ada aturan yang mengikat dalam penjemputan penumpang.

Iptu Abdul Rohman, Kanit Reskrim Polsek Rogojampi, selaku mediator memberikan beberapa solusi agar persoalan miss komunikasi ini dapat segera diselesaikan.

“Disepakati, bahwa kedua kelompok driver ini akan menyusun draft kesepakatan. Untuk nantinya dipertemukan, dan ditentukan bersama mana poin-poin yang saling menguntungkan dan tidak merugikan salah satu pihak,” katanya.

Untuk diketahui, dia area Rogojampi, Banyuwangi, dalam beberapa tahun terkahir telah diberlakukan sistem zonasi penjemputan penumpang oleh driver online dan ojek pangkalan. Dimana para driver aplikasi tidak diperkenankan mengambil atau menjemput penumpang di area yang telah disepakati. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakDPRD Tetapkan Hasil Fit And Proper Test Calon Anggota KI
Artikulli tjetërAda Dugaan Pelecehan Seksual dalam Kasus Penganiayaan yang Viral

Tinggalkan Balasan