Razia Masker Serentak dan Denda Rp. 350 Ribu di Surabaya, Ini Faktanya

Info Hoax yang beredar

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Masyarakat di Jatim khususnya di Kota Surabaya dikagetkan dengan informasi yang beredar di media sosial dan juga grup WhatsApp jika Surabaya kini sudah menjadi berwarna hitam dan pekerja Rumah Sakit full fasien Covid-19.

Bukan hanya itu, dalam kabar yang beredar tersebut jika petugas gabungan semua Lintas Sektor dari Kejaksaan, Polisi, Pom. Jika ada yang tak memakai masker maka akan langsung ditindak membayar ditempat Rp. 250 ribu

Salah satu warga di Kecamatan Tambaksari bernama, Ndadung, menanyakan info tersebut ke kabarjawatimur.com terkait kebenaran info tersebut.

Info yang beredar itu yakni :

Surabaya masuk zona merah/hitam lagi ……!!!

  • ICU RS Adi Husada Undaan penuh,
  • RS RKZ ICU Covid-19 juga sudah full ….

Kita semua harus lebih ber-hatiยฒ lagi … ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Berita hari ini :

  • RSLK Indrapura pasien Covid-19 naik 400%.
  • RSHU (Husada Utama) juga naik 50%.

Kita tdk boleh lengah….

Tingkatkan Kewaspadaan …

  • Ruang Isolasi RSD Dr. Soetomo full penderita COVID-19 .
  • Asrama Haji Full..RS Suwandi FULL. Rs.Siloam .

  • RS Islam RSAL..Penuh…

    Loading...
  • Dari Ditlantas Polda besok ada razia Masker serentak di seluruh wilayah Indonesia,baik yg di Kantor, Toko, Bengkel Mobil/Motor/Las, Warung2 dan Warteg semua …ย Akan melibatkan langsung turun lapangan.

    dari semua Lintas Sektor dari Kejaksaan, Polisi, Pom dll ……dan kalau ada yg TIDAK Pakai Masker … langsung ditindak membayar ditempat Rp.250.000,–

    tolong infokan ke keluarga, tetangga & teman semuanya ..
    ๐Ÿ‘‰”SUPAYA DIPATUHI”๐Ÿ‘ˆ

    Diterapkan pada Lingkungan sekitarnya.

    Setelah ditusuri, info tersebut ternyata Hoax. Hal tersebut juga diperkuat dari keterangan Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo.

    Hartoyo menyebut jika info itu adalah Hoax dan masyarakat jangan mudah percaya dengan info yang belum pasti kebenarannya.

    “Itu info hoax, tidak ada Petugas yang akan menindak langsung apalagi dengan denda yang jumlahnya lumayan besar,” sebut AKBP Hartoyo, Senin (4/1/2021).

    Meski demikian, perwira dengan dua melati dipundak ini menghimbau kepada seluruh warga Surabaya agar tetap mematuhi protokol kesehatan yakni 3M (pakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan).

    Warga juga diharapkan mematuhi
    Peraturan Walikota Surabaya nomor 67 Tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran covid 19 di Kota Surabaya sudah dikeluarkan pada tanggal 22 Desember 2020.(*)

    Reporter : Eko

    Loading...
    Berita sebelumyaBawa Celurit, Tiga Pemuda Ditangkap Polisi Diduga Hendak Tawuran
    Berita berikutnyaHoree! Vaksin Covid Tiba di Surabaya

    Tinggalkan Balasan