Ratusan Wirausaha UMKM di Jember Dilatih Branding dan Pemasaran Digital

150

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Sebanyak 187 wirausaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan pelatihan excellent Expo UMKM 2021, selama 2 hari , Sabtu-Minggu(4-5/12), di Gedung Serba Guna GOR Kaliwates Kabupaten Jember.

Kegiatan pelatihan ini digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Jember.

“Hari ini teman-teman dari Dinas koperasi dan UMKM mengadakan acara pelatihan excellent Expo UMKM 2021. Untuk menyambut HUT Kabupaten Jember yang ke 92, tanggal 1 Januari 2021,”kata Bupati Hendy saat memberikan sambutannya.

Hendy Siswanto menjelaskan acara ini diikuti semua pelaku umkm di Kabupaten Jember, dengan produk yang bermacam-macam.

Selain itu Pemkab  akan membantu  memperbaiki  pemasaran dan branding produk. Dengan membentuk centra UMKM, yang rencananya akan ditempatkan di gedung, yang saat ini dipakai sebagai Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PTSP) dekat alun-alun kota Jember.

“Disana nanti akan ditempatkan produk-produk umkm warga Jember serta  tempat pelatihan pelaku UMKM,”katanya.

Hendy kemudian menjelaskan, UMKM bisa maju, jika masyarakatnya cinta pada produk kita sendiri.

Pelaku UMKM  diharapkan bisa menguasai  pembeli di Kabupaten Jember sendiri, sebelum melakukan penetrasi pasar keluar Jember.

Loading...

Harapan Ji Hendy panggilan akrabnya ini cukup beralasan. Pasalnya Kabupaten Jember memiliki jumlah penduduk yang besar sebanyak kurang lebih 2,6 juta jiwa.

Besarnya jumlah penduduk ini sebuah potensi market yang harus digarap para pelaku UMKM.

“Jika mereka melakukan transaksi 10 persen dari jumlah penduduk, maka UMKM akan menggeliat,” katanya.

Namun seiring berkembangnya teknogi dan situasi pandemi Covid-19, harus digerakkan pemasaran digital, pemasaran secara online.

UMKM harus bersandar pada kekuatan daerah sendiri, tidak perlu melihat pasar yang jauh. Seperti disampaikan gubernur Jatim, bahwa ekspor antar daerah dalam provinsi, tiga kali lipat lebih besar dari ekspor antar provinsi.

“Warga sendiri jadi market, namun Pemkab harus turun tangan. Bagaimana harga makanan murah, enak dan higienis,” katanya.

Karena itu, untuk produk UMKM yang sejenis bisa digabung atau dimarger dalam satu Branding. Sebab, untuk branding produk, biayanya cukup mahal.

Dengan berbagai macam UMKM yang tersebar di 248 Desa/kelurahan di Kabupaten Jember,  yang memiliki produk yang sama, misalnya produk kripik, dijadikan satu branding.

“Pemkab membantu Branding dengan APBD. yang produksi adalah pelaku umkmnya,”katanya. (*)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakDampak Letusan Semeru, 1 orang Tewas, 2 Hilang, Puluhan Warga Mengalami Luka Bakar
Artikulli tjetërGubernur AAL Hadir Pagelaran Wayang Kulit Hari Armada RI 2021

Tinggalkan Balasan