Ratusan Pil Diduga Narkotika Gagal Masuk Lapas Porong

120
Pembawa ratusan Ekstasi ke Lapas Porong

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)–
Sipir Lapas Kelas I Surabaya di Porong berhasil menggagalkan upaya penyelendupan 200 butir pil diduga Ekstasi ke dalam Lapas, pada Senin (30/3/2020) kemarin.

Penggagalan upaya penyelundupan barang haram ke dalam Lapas Porong itu dibenarkan Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono usai mendapatkan laporan dari Kalapas Porong Tonny Nainggolan dan Keberhasilan itu diapresiasi.

Krismono bercerita, sekitar pukul 18.10 WIB, ada seorang pengunjung
bernama, Angga Udayana (28) warga Buduran Rt.12, Kecamatan Buduran,Sidoarjo yang memasuki area Lapas Porong dengan membawa paketan barang.

“Dia mengaku akan menitipkan pakaian untuk Warga Bianaan berinisial YTS dan RSP,” sebut Krismono, pada Selasa (31/3/2020).

Karena gerak geriknya mencurigakan, petugas penjaga pintu utama (P2U) meminta AU untuk masuk ke Portir. Petugas pun mengunci pintu I dan II dilanjutkan dengan memeriksa barang bawaan yang dibawa AU melalui mesin X-Ray.

Baca Juga  Cabuli Pelajar 17 Tahun Dengan Modus Ajak Main Game, Pelaku Gagahi 3 Kali

Pada mesin X-Ray, petugas melihat bungkusan mencurigakan. Paket yang berisi sweater baru itu pun digeledah.

Loading...

“Ternyata di dalam lipatan sweater berwarna biru tua itu terdapat dua bungkusan plastik berisi pil yang diduga narkotika,” lanjut Krismono.

Petugas P2U kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Porong lalu berkoordinasi dengan pihak Polsek Porong.

Pihak Lapas lalu menyerahkan AU dan barang bukti yang ada kepada polisi. Karena ulah hendak menyelundupkan pil berwarna merah muda itu, kedua WBP yang diduga terlibat kejadian tersebut yaitu YTS dan RSP diperiksa secara intensif.

“Saat ini keduanya diletakkan di sel isolasi sambil menunggu penyidikan lebih lanjut dari kepolisian,” tutup Kalapas Tonny.

Baca Juga  Polisi Tangkap Kawanan Pencuri Sepeda Motor di Bangkalan

Sekedar diketahui, dua Warga Binaan yang saat ini mendekam dalam Lapas Porong yang diakui pelaku sebagai penerima barang yakni, Robi Sapto Priyadi asal Jalan Putat Jaya C Timur Surabaya, di vonis Pidana 6 tahun Sub. 2 bulan dan Yosua Tri Setiawan asal Jalan Putat Jaya C.Timur, Surabaya, di vonis Pidana 5 tahun Sub. 4 bulan. (*)

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakKecanduan Online dan Hura Hura Pria asal Malang Malah Ditangkap Polisi
Artikulli tjetërPria Jember Ditemukan Meninggal di Persawahan

Tinggalkan Balasan