Ratusan ‘Banteng’ Jember Dukung Polisi Usut Pembakar Bendera

53
Sekretaris DPC PDIP Bambang Wahyoe saat menyerahkan pernyataan dukungan kepada Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Ratusan anggota partai berlambang Banteng moncong putih datangi Mapolres Jember, Senin siang (29/6/2020).

Simpatisan dan pengurus DPC PDIP Jember sebelum mendatangi Mapolres di Jalan Kartini, mereka berkonvoi dari kantor DPC PDI P di kawasan Baratan, Kecamatan Patrang sejauh 5 Km.

Sesampai di Mapolres Jember satu persatu anggota partai berbaju merah dicek suhu tubuh untuk masuk ke halaman.

Akhirnya sebanyak 15 orang perwakilan anggota dan pengurus PDIP Jember dengan dipimpin sekertaris DPC Bambang Wahyoe menemui Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono.

Dalam pertemuan itu Bambang Wahyoe dan para pengurus DPC PDIP Jember untuk memberikan dukungan moral jajaran Polres Jember.

“Jadi perlu saya luruskan kami kesini bukan untuk mendemo polisi namun kami memberi suport moral,” kata Sekertaris DPC PDIP Jember Bambang Wahyoe.

Baca Juga  Salah Gaul, Pelajar di Surabaya Dibekuk Polisi dan Dipenjara

“Kami siap bermitra dengan polisi bukan hanya urusan-urusan yang muncul hari ini terkait pembakaran partai,” sambungnya.

Lebih jauh Bambang juga menegaskan bahwa PDIP bukanlah Partai Komunis Indonesia (PKI). PDIP adalah partai yang melaksanakan ajaran Soekarno.

“Kami menegaskan kepada masyarakat Jember, kami bukan Partai Komunis Indonesia. Kami bukan atheis, Kami Adalah Partai Demokrasi Indonesia yang menjunjung tinggi ajaran Bung Karno,” katanya berapi-api.

Loading...

Ajaran Soekarno menurut Bambang jelas bagaimana setiap anak bangsa dapat hidup damai di bumi Nusantara.

Meski saat ini banyak yang mendiskreditkan PDIP adalah bagian dari sejarah kelam (PKI), PDIP Jember siap untuk berdialog dengan semua pihak.

“Kami siap berdialog dengan siapapun,”katanya.

Baca Juga  Ganja Bisa Menghambat 70 % Virus Corona Masuk ke Tubuh

Bambang juga mengatakan hingga saat ini tidak pengancaman terhadap simpatisan ataupun pengurus DPC PDIP Jember terkait kejadian di Jakarta.

“Kami siaga satu. Namun tidak untuk bertempur, tapi untuk menginformasikan kepada masyarakat, PDIP tidak seperti yang dituduhkan,” katanya.

Sementara itu Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono mengatakan kedatangan simpatisan PDIP Jember untuk memberi dukungan agar proses hukum pelaku pembakaran bendera dilanjutkan.

“Rekan-rekan (PDIP) kesini proses-proses (hukum) untuk dilanjutkan,” kata AKBP Aris Supriyono.

Aris juga mengatakan hingga saat ini tidak ada atensi khusus atas kasus yang terjadi di Jakarta.

“Terkait beberapa (kasus penghinaan) di media sosial mereka akan melaporkan tergantung dari rekan-rekan. (Terkait atensi khusus) belum ada,” pungkas Aris. (*)

Reporter: Rio

 

Loading...

Tinggalkan Balasan