Ratusan Banser Dan Kader NU Gruduk Pengadilan Negri Blitar,Ternyata Ini Penyebabnya

94

Blitar,(Kabarjawatimur.com)-Ratusan massa dari Banser dan Nahdlatul Ulama (NU) kembali mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Blitat, Kamis (26/9).

Mereka menggelar aksi solidaritas mendukung dua tokoh masyarakat Desa Pikatan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar, yang saat ini sedang menjalani sidang kasus pengeroyokan dua tahun lalu.

PN Blitar menjadwalkan sidang dengan agenda pembacaan eksepsi dari terdakwa. Sebelum sidang dimulai, ratusan massa yang sudah menggeruduk kantor PN yang berada di Jalan Imam Bonjol Kota Blitar.

Mereka langsung melakukan orasi, disertai membentangkan banner bertuliskan dukungan untuk dua tokoh masyarakat Wonodadi tersebut.

“Kami dari aliansi peduli aset NU datang kesini, dari Banser, Ansor, dan badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama khususnya dari MWC NU Wonodadi. Sahabat – sahabat NU se Kabupaten Blitar juga ikut bergabung dalam aksi ini.

Baca Juga  Merasa Terjebak, Ketua MUI Balongpanggang Turut Hadiri Pernikahan Manusia dengan Domba

Tujuan kami datang ke sini adalah untuk memberikan dukungan kepada dua saudara kami, H Isa dan Nawawi yang sedang menjalani sidang di PN Blitar,” kata koordinator aksi, Zainul Arifin.

Loading...

Setelah berorasi, massa juga menggelar istighosah di halaman PN Blitar. Zainul mengatakan, kegiatan itu memohon kepada ALLAH SWT agar memberikan hidayah kepada penegak hukum di Blitar.

“Kami berharap para penegak hukum bisa terbuka hatinya dan memutuskan yang adil kepada dua saudara kami.

Mudah-mudahan majelis hakim memutuskan yang adil untuk dua saudara kami, dengan bisa bebas dari tuntutan ini,” tambah Zainul.

Menurutnya, kedua tokoh masyarakat Desa Pikatan, H Isa dan M Nawawi, tidak bersalah dalam kasus itu. Keduanya justru membantu warga dalam menyelamatkan aset milik NU di Desa Pikatan.

Baca Juga  Tahapan Pilkades Serentak, Bupati Bojonegoro Upayakan Minimalisir Benturan Sosial

Tetapi, keduanya justru dijadikan tersangka dan sekarang menjalani persidangan.

“Kami yakin dua saudara kami ini tidak bersalah. Mereka justru membantu warga menyelamatkan aset milik NU,” ucap Zainul.

Kedua tokoh masyarakat Desa Pikatan itu dilaporkan oleh Nur Kholik terkait kasus pengeroyokan ke Polres Blitar Kota pada Mei 2017.

Pengeroyokan itu dilakukan di musala MI Al Hidayah, Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Padahal, berdasarkan keterangan warga, H Isa Ansori tidak berada di lokasi saat peristiwa itu terjadi.

 

Editor   :   M Rizki

Loading...
Artikulli paraprakPolres Banyuwangi Persilahkan Warga Ambil Motor Yang Pernah Hilang
Artikulli tjetërDemo Mahasiswa Ricuh, Ini Kata Ketua DPRD Bangkalan

Tinggalkan Balasan