Rasuah Pasar Balung Kulon Jember, Negara Rugi Rp 1,8 M

16

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Berdasarkan penyelidikan Satreskrim Polres Jember menemukan bukti kerugian negara sebesar Rp 1,8 miliar dari proyek rehab pasar Balung Kulon. Rehab tersebut menggunakan dana APBD Jember tahun anggaran 2019, sebesar Rp 7,5 miliar.

Pasca muncul temuan kerugian negara, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Jember bersama BPKP Provinsi Jawa Timur menggeledah kantor Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Pemkab Jember, pada (25/5/2021) lalu.

Saat Kasatreskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat (28/5/2021) mengatakan, dugaan korupsi itu bermula dari laporan masyarakat, yang menduga ada indikasi korupsi dalam pengerjaan pasar Balungkulon.

Dari laporan tersebut Unit Tipikor kemudian diturunkan untuk memeriksa dan menggeledah kantor UKPBJ Pemkab sebagai pelaksana dan pemegang tender proyek.

Baca Juga  Kisruh Solar Subsidi di Lamongan Diduga Saling Catut Nama Oknum APH dan Wartawan

Dari pemeriksaan akhirnya ditemukan fakta ada unsur pemalsuan dokumen.

“Dari hasil penggeledahan didapatkan dokumen-dokumen terkait penawaran lelang milik PT pemenang lelang. Setelah didalami pemenang lelang dalam mengajukan persyaratan diduga memalsukan dokumen,” kata AKP Komang.

Loading...

Tidak hanya itu saat penyidikan dilakukan di lapangan, polisi menemukan adanya pengerjaan fiktif di beberapa titik.

Agar pelaku tidak bisa lolos dari jeratan hukum, Satreskrim Polres Jember bekerjasama dengan Universitas Jember, untuk pemeriksaan pengerjaan fisiknya.

Sementara, untuk menentukan besarnya kerugian negara, penyidikan melibatkan BPKP Provinsi Jatim.

“Karena yang bisa menentukan kerugian negara,pihak BPKP,” jelasnya.

Petugas saat ini terus mencari alat bukti untuk memperkuat dugaan sebelum melakukan penetapan tersangka.

Baca Juga  Bupati Jember Kirim Doa dan Menonton Pesta Bola Piala Dunia 2022

Setidaknya para penyidik telah memeriksa 34 orang saksi dan mendengarkan keterangan 4 orang ahli.

Polisi telah menyiapkan pasal berlapis untuk menjerat para tersangka rasuah atau korupsi uang negara tersebut.

Pelaku akan dijerat pasal 2 ayat 1, pasal 3 UU no 31 tahun 1999 Jo UU no.20 tahun 2001 Jo pasal 55 (1) ke 1 pasal 56 KUHP dengan ancaman kurungan penjara minimal 4 tahun hingga 20 tahun atau denda 200 juta hingga 1 miliar.

Unit Tipikor Polres Jember sendiri telah menggeledah rumah, sekaligus kontraktor kontraktor CV Saffana Karya Abadi, pada Jumat (19/3/2021) lalu.

Pada penggeledahan itu, polisi membawa setumpuk berkas dan seperangkat komputer. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakMotivasi Satgas Madago Raya, Panglima TNI dan Kapolri Pastikan Negara Tak Akan Kalah dari Teroris
Artikulli tjetërKapolres Jember Respon Cepat Laporan Dugaan Korupsi Pasar Balungkulon

Tinggalkan Balasan