SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Rapat Paripurna mengenai pembahasan Rancangan P-APBD tahun 2022 kembali di gelar di Gedung Paripurna DPRD Surabaya, Kamis (14/10/2021). Awalnya, dokumen Rancangan APBD tahun 2022 ini dimasukkan Pemkot Surabaya ke DPRD Surabaya pada pekan ini. Hal ini dilakukan setelah pengesahan KUA PPAS APBD 2022 tanggal 7 Oktober lalu.

Pembacaan pengantar nota keuangan rancangan APBD 2022 disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Hendro Gunawan. Diketahui, Kekuatan APBD 2022 diproyeksikan sebanyak Rp 10,173 triliun. Sedangkan pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp 9,301 triliun.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi yang turut hadir di tengah Rapat menyampaikan bahwa secara garis besar, kebijakan di Kota Surabaya tahun depan berkisar pada dua hal penting, yaitu penuntasan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Dalam penuntasan pandemi, pemkot juga mencukupi intensif para tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi.

Baca Juga  Kadispora Jatim Apresiasi Diklat Kader dan Pelantikan Pemuda LDII Jatim

“Kami juga konsen dalam pemulihan ekonomi, terutama di sektor UMKM, penanganan angkatan kerja yang terus bertambah, dan pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat,” kata Walikota Eri.

Loading...

Selain itu, ia juga menyampaikan beberapa pos belanja yang menjadi perhatian khusus Pemkot Surabaya dan DPRD Kota Surabaya. Salah satunya dalam bidang pendidikan yang anggarannya di atas 20 persen.

Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono juga turut mendorong agar pos pendapatan lebih dioptimalkan lagi. Selain itu, alokasi pos anggaran untuk belanja juga harus lebih cermat. Karena menurutnya, ini menyangkut hajat hidup masyarakat luas.

Sementara itu, untuk peningkatan kualitas pendidikan di level SD dan SMP negeri. Juga, mengalokasikan anggaran dalam bentuk bantuan operasional pendidika daerah (Bopda). “Itu termasuk pembelian seragam gratis bagi siswa-siswa tidak mampu,” terangnya.

Baca Juga  Kadispora Jatim Apresiasi Diklat Kader dan Pelantikan Pemuda LDII Jatim

Sedangkan, untuk siswa di jenjang SMA juga akan diperhatikan. Meski masuk ranah pemerintah provinsi (Pemprov), pemkot masih bisa memberikan intervensi kebijakan. Khususnya, terkait bantuan untuk siswa yang tidak mampu. “DPRD dan wali kota sudah sepakat untuk memberikan beasiswa bagi siswa di jenjang SMA / SMK. Khususnya yang dari golongan tidak mampu,” paparnya.

Walikota Eri meyakini bahwa pembahasan Rancangan P-APBD tahun 2022 akan selesai dalam waktu satu bulan, sehingga dapat di sahkan pada tanggal 10 November mendatang.(*)

Reporter : Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaWalikota Surabaya Ajak Dewan Pendidikan untuk Majukan Pendidikan di Surabaya
Berita berikutnyaWanita ini Dibekuk Polisi, Setelah Ocean Pria Pelanggannya

Tinggalkan Balasan