RAP Pembangunan Jembatan, Berikut Penjelasan Dana Dusun Jubellor

0

Lamongan, (kabarjawatimur.com) – Untuk memfasilitasi warga terutama petani, Pemdes Jubellor membangun jembatan utara desa yang sebelumnya memang sudah rusak. Pembangunan jembatan tersebut bersumber dari dana dusun (dandus) dengan anggaran 35 juta. Sedangkan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) diatur atau dibuat langsung oleh kecamatan.

Terkait pembangunan jembatan tersebut terdapat sebagian warga merasa janggal karena tidak seimbangnya anggaran dengan hasil bangunan yang didapat.

Kepala Desa (Kades) Jubellor H Marlan saat dikonfirmasi awak media, Kamis (28/07/2022) mengatakan, karena akses jalan menuju pembangunan jembatan cukup jauh maka tehnis pengerjaanya bertambah sehingga cost dana juga membengkak untuk hal tersebut.

Kades menerangkan, pada awalnya surat keputusan (SK) dandus turun diperuntukan untuk pelatihan menjahit, namun menurutnya Desa Jubellor kurang efisien, sehingga dana tersebut dialihkan pembangunan jembatan untuk kemudahan akses petani, dan juga jembatan tersebut adalah penghubung dengan desa lain.

Dilanjutkanya, kami memaklumi adanya prasangka kejanggalan pembangunan tersebut, dan memang pantas diduga. Karena untuk jembatan dengan ukuran lebar 2,50 meter, panjang 3,00 meter, tinggi 1,20 bisa menghabiskan anggaran 35 juta. Namun untuk penjabaran dana tersebut masih banyak yang belum mengetahuinya.

Baca Juga  Warga Antusias, BINDA Jatim Bersama Dinkes Bojonegoro Gelar Vaksinasi

Dijelaskanya, Untuk realita penerimaan anggaran dandus sebesar 35 juta tersebut masih dipotong, dengan rincian 11% untuk PPN dan 6% untuk BU (biaya umum). Cost untuk tenaga atau pekerja biasanya 15% tapi untuk kali ini menjadi hampir 40%, menurutnya itu disebabkan anggaran cost tenaga atau tukang bertambah karena lokasinya yang cukup jauh, jadi diperlukan pelangsiran bahan.

Loading...

“Tempat menuju jembatan jauh kuranglebih 200 meter tidak bisa dilalui muatan bahan, jadi cost pekerja bertambah,” ungkapnya.

Kades juga menanggapi dan menjelaskan kesalahfahaman sebagian Masyarakat terkait realisaai dana bangunan jembatan yang terkesan janggal, bahkan Dia sendiri memperkirakan anggaran untuk pembangunan tidak sampai 20 juta, tetapi kenyataan dilapangan beda karena akses jalan membuat anggaran melebar.

“Intinya ada dua poin, pembangunan itu sudah sesuai dengan RAP dan pengerjaanya tidak sama dengan yang ada disini,” ungkapnya.

Dalam pengerjaanya memang dibuat sistim harian, sedangkan untuk pekerja diambil dari orang desa setempat. Sedangkan semua RAP sudah diatur dari Kecamatan.

Baca Juga  Kabupaten Bojonegoro Ikuti Event Jatim Kominfo Festival

“RAPnya memang tidak biasa, anggaran banyak masuk ke upah pekerja, biasanya untuk tukang 15% atau 20%, tapi ini hampir 40%,” tambahnya.

Dihari yang sama, Kepala Dusun (Kasun) Jubellor menjelaskan pada media bahwa dirinya tidak mengetahui secara detil, karena dansun di pegang oleh tim pelaksana.

“Saya tahu ada pembangunan sekedar mengetahui, dan pihak dusun juga yang mengajukan proposal titik yang dibangun, tapi setelah itu dana turun kepada tim pelaksana, sedangkan Kasun tidak termasuk tim lak,” terangnya.

Salahsatu warga yang biasa melewati jembatan tersebut Muliyadi (60) mengatakan memang sangat terbantu dengan dibangunya jembatan tersebut, karena biasanya untuk melewatinya harus jalan kaki, sekarang sudah bisa lewat dengan naik motor.

Tuturan senada juga diungkapkan H Syukur (56) bahwa dengan dibangunya jembatan ini, memudahkan ketika mau ke desa tetangga, sudah tidak kuatir lagi terperosok masuk kali. (*)

Reporter: Aziz.

Loading...
Artikulli paraprakPemotor Tiba Tiba Terjatuh dan Meninggal Dunia

Tinggalkan Balasan