Rampas Motor, Tujuh Debt Colector Diamankan Satreskrim Polrestabes

17

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Tujuh orang yang bekerja sebagai debt Collector yang biasa mangkal dipinggir jalan dan mengawasi setiap Kendaraan yang melintas dibekuk oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Mereka diketahui adalah karyawan dari PT JGO Sukses Bersama yang merupakan sebuah perusahaan bergerak dibidang jasa penagihan.

Semua tersangka dibekuk setelah terbukti hendak merampas motor Honda Beat hitam bernopol L-6577-GY atas nama Andi Susanto yang dikendarai Abdul Rosyid di Jl.Diponegoro Surabaya pada , Senin (14/11/2016) sekitar pukul 14.00 WIB.

Beruntung, pada saat kejadian ada anggota Opsnal Unit Tipiter Satreskrim Porestabes Surabaya hingga berhasil mengamankan para para pelaku.

Ketujuh tersangka adalah, Setyo Hadi (38) warga Banjar Sugihan Surabaya, Sudiyono (34) warga Tembok Gede Surabaya, Romadhon Eko (19) warga Perum Pranti Baru Sidoarjo, Alfian (21) warga Banyu Urip Surabaya, Wahyu Margahadi (46) warga Kedung Klinter Surabaya, M. Toha (35) warga Tenggumung Baru Surabaya, dan Hafifi (29) warga Siwalankerto Surabaya.

Loading...
Baca Juga  Duh, Oknum Anggota Satpol PP Kota Surabaya Diduga Jual Barang Sitaan

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga mnejelaskan jika dari hasil penyidikan ketujuh tersangka ini, mereka melakukan tugas penagihan yang disertai intimidasi dan pemaksaan dengan berbekal data yang sudah ada di dalam laptop mereka masing-masing.

“Mereka bekerja secara berkelompok, mengintai kemudian melakukan sweeping ketika target plat nomor yang dimaksud terlihat. Baru setelah itu mereka memepet korbannya dan kemudian melakukan upaya paksa disertai intimidasi secara bersama-sama hingga korban takut,” ujar AKBP Shinto, Selasa (15/11/2016).

Shinto menambahkan jika bagaimanapun tindakan debtcollector tersebut sangat tidak dibenarkan secara hukum, pihaknya menghimbau agar para perusahaan leasing mau melibatkan kepolisian dalam upaya mediasi agar tidak ada yang dirugikan.

Baca Juga  Ketua Komisi 4 DPRD Tuban Serahkan Bantuan Komputer Kepada SMPN 1 Plumpang

Tujuh orang tersangka debtcollector nakal tersebut akan dijerat dengan pasal 368 dan 335 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Penulis: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakKreditkan Narkoba, Pengedar Dibekuk
Artikulli tjetërMenjelang Akhir 2016 Penjualan Daihatsu Meningkat Pesat

Tinggalkan Balasan