Rampas HP, Dua Bocah Diringkus

6

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Dua bocah ingusan diamankan oleh warga di Jl. Dukuh Menanggal setelah kedapatan merampas Handphone (Hp). Pelakunya
yaitu, R.S (16) dan V.AP (13) keduanya diketahui berasal dari Jl Jagir Wonokromo, Surabaya.

Sebelum diamankan oleh Unit Opnal Polsek Gayungan yang sedang berpatroli kewilayahan, yang saat itu mendapatkan laporan dari warga tentang adanya jambret di belakang Mall Cito, hingga kedua pelakunya berhasil ditangkap dibantu dengan warga sekitar.

Keduanya melakukan perampasan HP milik M. Sifaur Rozikin (15) asal Betro Mojokerto. Kejadian tersebut bermula saat korban M. Saifur dan 6 teman lainnya sedang dalam perjalanan pulang setelah bermain di Taman bungkul Surabaya.

Mereka para korban pulang dengan menumpang mobil Pick ke arah Selatan Jl. A Yani, Surabaya. Sesampainya di jembatan layang Wonokromo mobil Pick up yang di tumpangi korban, tiba-tiba pelaku juga ikut naik ke mobil Pick up tersebut.

Baca Juga  Zero Stunting, DPRD Bojonegoro Laksanakan Kunjungan Kaji Banding di Kota Semarang

“Setelah mereka di atas mobil pick up tersangka RS dan V.AP pura pura meminjam HP untuk menelpon temannya “, kata Kompol Esti Setija Oetami, kepada kabarjawatimur.com, Jum’at (30/12/2016).

Loading...

Esti melanjutkan, setelah itu pelaku mengancam ke 6 korban tersebut untuk menyerahkan HP mereka dengan paksa dan akan memukul menggunakan sabuk pelaku. Karena merasa ketakutan dan rata rata korban juga masih anak anak, mereka memilih menyerahkan HP yang mereka bawa.

“Setelah merampas HP korban, kedua pelaku kemudian turun di Jl. Dukuh Menanggal belakang CITO Mall bundaran waru”, imbuh Esti.

Tidak terima HP mereka di rampas pelaku, kemudian korban meneriaki maling kepada kedua pelaku. Saat itu juga warga sekitar TKP mendengar teriakan korban menangkap dan mengamankan pelaku.

Baca Juga  Ini Jadwal Perimaan Siswa Baru SD, SMP dan SMA di Bangkalan

Kemudian para pelaku beserta barang buktinya 6 (enam) buah HP dari berbagai Merk di amankan di Mapolsek gayungan untuk penyidikan lebih lanjut.

“Dikarenakan kedua pelaku perampasan tersebut masih di bawah umur / belum dewasa maka penanganan penyidikannya akan bekerja sama dengan pihak BAPAS yang berwenang untuk menangani kasus pidana yang melibatkan pelaku anak di bawah umur”, tutup Esti.

Penulis: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakPeduli Penghijauan, Polsek Margomulyo Tanam Pohon
Artikulli tjetërTanpa Paspor, 143 WNA Dirazia di Hotel Malang

Tinggalkan Balasan