Rakerda Perbarindo, Komitmen Perkokoh Industri BPR

32
Perbarindo siap mendorong perkembangan BPR

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Dewan Pemerintah Daerah (DPD) Perbarindo Jawa Timur mendorong perkembangan BPR diikuti 300 peserta rakerda (Rapat kerja daerah) dan tamu undangan lewat gelar seminar 26-27 di hotel JW Marriot Surabaya.

Kegiatan gelar seminar mengusung tema Rakerda “Membangun dan memperkokoh industri BPR di Jawa Timur”, melalui etos kerja dan membangun brand image.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional IV, Soekamto mengatakan kesiapan para pelaku usaha perlu ditunjang dengan pembekalan wawasan dunia perbankan yang harus dipahami.

“Sebagai pengawasan perbankan, OJK berperan sebagai steakholder yang berkewenangan atas kinerja perbankan dalam hal dukungan pembiayaan secara intensif, termasuk fungsi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang melakukan interaksi financial yang berhubungan dengan kewirausahaan atau permodalan,” ujarnya, Rabu (26/07/2017).

Baca Juga  Warga Antusias, BINDA Jatim Bersama Dinkes Bojonegoro Gelar Vaksinasi

Sementara Ketua DPD Perbarindo Jatim Sudjatno menambahkan, diadakannya seminar ini bertujuan masing-masing lembaga menyelaraskan visi dan misi.

Terutama konsep untuk memperkokoh industri BPR di Jawa Timur dengan kondisi saat ini. Disebutkan, walaupun tingkat persaingan yang ketat tapi industri BPR di Jawa Timur itu menunjukkan perkembangan yang positif.

Loading...

“Aset BPR di Jawa Timur itu yang semula Rp13 triliun tumbuh menjadi Rp14 triliun, ada kenaikan Rp.992 miliar atau meningkat 7,61% dan dana pihak ketiga tabungan Rp2,6 triliun menjadi Rp2,9 triliun naik Rp290 miliar atau tumbuh 11,14%,” kata Sudjatno.

Sudjatno optimis BPR tetap fokus ke UMKM, karena BPR merupakan mitra dari UMKM. Yang utama saat ini yakni bagaimana caranya UMKM khususnya di Jawa Timur itu bisa berkembang. Maka otomatis kesejahteraan masyarakat tercapai mengikuti perubahan pertumbuhan ekonomi yang sejalan dan berimbang.

Baca Juga  Peringkat Naik, Jember Menjadi Kabupaten Layak Anak Peringkat Nindya 2022

“BPR menumbuhkan mengembangkan sektor ekonomi produktif, baik dari sektor perdagangan, sektor jasa, sektor peternakan juga sektor industri, penyaluran kredit dari Rp9,7 triliun menjadi Rp10,6 triliun bertambah Rp.835 miliar atau naik 8,54%,” bebernya.

Dalam menghadapi persaingan bisnis, kata Sudjatno berpesan, kinerja BPR mengutamakan kecepatan dan pelayanan yang bagus dan memuaskan. Misalnya, melalui sistem management yang berkualitas sehingga masyarakat tetap percaya terhadap BPR.

Reporter : Kristiana
Editor :J.Inggil
Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakBanyaknya Pesanan Luar Daerah, Membuat Produksi Arak Di Tuban Terus Berkembang
Artikulli tjetërKades Mori,Berharap Semua Perangkat Desa Kerja Sesuai Tupoksinya

Tinggalkan Balasan