Puluhan preman yang diamankan Polda Jatim.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Puluhan preman pasar hingga Pelabuhan dan Terminal dibekuk Ditreskrimum Polda Jatim, terkait premanisme serta hasil ungkap Polres Jajaran seperti Polrestabes Surabaya, Polresta Sidoarjo, Tanjung Perak, Polres Mojokerto, dan Polres Gresik.

Giat ini adalah berdasarkan perintah Presiden RI kepada Kapolri untuk Polda, Polres berkaitan tindak pidana premanisme, dan juha kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan dalam pemberantasan aksi premanisme.

Puluhan orang itu dibekuk diberbagai tempat Kejadian Perkara (TKP) seperti, Pelabuhan Tanjung Perak, Terminal bus Purabaya Bungurasih dan Pangkalan truk atau bus.

Dalam setiap aksi, mereka melakukan pemalakan ke sopir bus dan truk. Untuk diterminal, biasanya Calo tiket dengan cara menaikan harga tiket 400% (empat ratus persen).

Baca Juga  Forkopimda Banyuwangi Tinjau Vaksinasi di Sekolah dan Pesantren

Tak jarang mereka juga melakukan pemerasan kepada sopir-sopir yang melintas menggunakan kekerasan. Dari total 67 tersangka, Proses Delik Pidana Umum 27 tersangka dengan 14 Laporan Polisi.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, ini adalah intruksi juga perintah langsung dari Kapolri terkait aksi premanisme. Sejauh ini, sudah ada 67 orang tersangka dan kedepan masih akan terus berjalan kegiatannya.

Loading...

“Puluhan orang itu diamankan dari berbagai daerah di Jawa Timut seperti, Surabaya, Sidoarjo, Perak, Gresik hingga Mojokerto,” jelas Gatot, Senin (14/6/2021).

Dalam setiap aksinya, mereka kerap melakukan pemalakan ke penumpang bus hingga truk juga parkir liar. Ada juga yang melakukan kekerasan kepada masyarakat.

Baca Juga  Suami di Jember Tega Celurit Wajah Istri hingga Luka Parah

“Sementara, untuk karcis parkir mereka gunakan palsu dan cetak sendiri, dan bagi kami adalah pemalakan,” tambah Gatot.

Barang bukti yang diamankan, senjata tajam, Uang sebesar Rp. 9.597.000, 3 unit mobil, 1 sepeda motor,1 dompet, 3 gitar, 1 lembar kwitansi pungutan, 69 bendel karcis parkir, 3 buku setoran, dan 1 bendeł kwitansi.

Mereka akan dijerat Pasal 49 Jo pasal 17 Perda Jatim No. 2 tanun 2020 tentang peruhahan Perda Jatim No. 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban perlindungan masyarakat. Ancaman hukumannya Pidana kurungan maksimal 3 bulan.

Pasal 170 Jo 351 KUHP, Pasal 368 KUHP dan Pasal 2 UU Darurat No. 2 tahun 1951. Ancaman hukuman: maksimal 10 tahun penjara.(*)

Reporter : Eko

Loading...
Berita sebelumyaIJTI Jember Inisiasi Training OF Mobile Journalism di Polres Jember
Berita berikutnyaKolaborasi Gabungan di Terminal Bangkalan, Petugas Lakukan Razia Surat Bebas Covid-19 Bagi Penumpang Bus AKAP

Tinggalkan Balasan