Layanan Gerai Rapid Test Minta Rekomendasi Diterbitkan

54

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Sebanyak 9 gerai rapid test antigen di sekitar Pelabuhan Ketapang Banyuwangi berbuntut panjang meminta rekomendasi segera diterbitkan

Sejumlah pemilik gerai rapid test antigen yang beroperasi disana mengancam melakukan aksi di Dinas Kesehatan Banyuwangi.

Aksi turun ke jalan itu rencananya akan digelar pada Senin 14 Februari 2022 mendatang dengan melibatkan pemilik serta karyawan gerai rapid test antigen.

Jumat 11 Februari 202 sore, Yahya Umar, perwakilan pemilik gerai menjelaskan rencana aksi turun ke jalan itu kepada sejumlah wartawan.

“Pokok sampai Senin mendatang rekomendasi gerai kami tidak turun, kita akan menggelar aksi,” tegas mantan manager sebuah bank ternama.

Menurut Yahya Umar, ada 9 gerai rapid test antigen yang saat ini sudah mengajukan rekomendasi ke Dinas Kesehatan tapi belum diterbitkan.

Baca Juga  Nelayan Jatim Serukan Dukungan untuk Erick Thohir Pimpin Indonesia

“Sembilan gerai ini sedang menunggu hasil rekomendasi dari Dinas Kesehatan, karena kami terima bocoran katanya sudah diteken tapi kami belum dapat surat resminya,” papar pemilik Pos Swab Sritanjung di depan pintu masuk Terminal Sritanjung Ketapang.

Loading...

Yahya Umar merupakan salah satu pemilik dari 9 gerai yang ditutup oleh petugas gabungan Satgas Covid-19 dan telah mengajukan rekomendasi ke Dinas Kesehatan.

“Kami sudah mengajukan rekomendasi sekitar seminggu yang lalu tapi belum juga terbit,” akunya.

Aksi turun ke jalan yang nanti akan dilakukan pemilik dan karyawan gerai rapid test antigen tersebut dipicu lambatnya rekomendasi dari Dinas Kesehatan.

“Kami masih menunggu sampai Senin 14 Februari 2022. Jika tetap tidak diterbitkan kita akan turun ke jalan ramai – ramai,” tambah Yahya Umar.

Baca Juga  Dinilai Aman, Polisi Turunkan Jumlah Personil Pengamanan Sidang MSAT

Selama ini pengusaha gerai rapid test antigen yang beroperasi di wilayah Ketapang telah beritikad baik untuk mengurus ijin rekomendasi.

Sejumlah berkas yang ditentukan telah dipenuhi dan sudah dikirim ke Dinas Kesehatan. Bahkan ada pejabat yang menegaskan diurus sehari langsung jadi.

“Ini yang kita tunggu, katanya sehari jadi kok sudah seminggu punya saya belum terbit,” pungkas pemilik Pos Swab Sritanjung. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakObok Obok Kost Pagesangan Timur, Motor Wartawan TV Raib Digondol Maling
Artikulli tjetërPolisi Surabaya Kembali Bekuk Pengedar Asal Setro Surabaya

Tinggalkan Balasan