Puluhan Burung Dilindungi dari Makassar Diamankan Petugas di Pelabuhan Tanjung Perak

54

SIRABAYA, (Kabarjawatimur.com)-
Badan Karantina Pertanian
Kementrian Pertanian (BBKP) Surabaya berhasil menggagalkan penyelundupan 74 ekor Burung dari Makassar
Surabaya (10/9/2019).

Menurut data yang dilansir dari organisasi Burung Indonesia pada Tahun 2019, terdapat 1771 jenis burung. Dari seluruh jenis tersebut, 168 jenis burung dinyatakan terancam punah dan 30 dari 168 jenis burung tersebut dinyatakan berstatus kritis oleh badan konservasi dunia.

Beberapa jenis burung yang diamankan petugas

Upaya-upaya perlindungan telah dilakukan secara terus menerus oleh lembaga yang berwenang, namun perdagangan burung illegal atau tanpa dokumen juga semakin marak.

Salah satu upaya yang dilakukan Karantina Pertanian Surabaya dalam melindungi kekayaan hayati Indonesia khususnya Jawa Timur dengan mencegah pemasukan penyelundupan burung illegal ke Surabaya.

Petugas Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP), Surabaya bersama dengan Kepolisan Resort Pelabuhan Tanjung Perak melakukan pemeriksaan
ke dalam kapal KM. Dharma Rucitra VII dari Makassar dan menemukan 74 ekor burung tanpa dokumen, Senin, (9/9/2019).

Total burung yang ditemukan 74 ekor (5 ekor diantaranya mati) yang terdiri dari Nuri Maluku, Betet Paruh Bengkok, Kakaktua Jambul Jingga, Kakaktua Jambul Kuning, Nuri Bayan, Perling, Bilbong, Tuwo dan lain-lain.

Loading...
Baca Juga  Rektor UTM Berikan Penghargaan pada Prodi, Dosen, Tendik dan Mahasiswa Berprestasi

“Pemasukan burung tanpa dokumen tersebut telah melanggar pasal 6 UU No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Dimana dalam pasal tersebut dinyatakan bahwa setiap media pembawa/komoditas pertanian yang dilalulintaskan dalam wilayah Indonesia harus,

A. Dilengkapi sertifikat kesehatan dari area asal, B. Melalui tempat-tempat
pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan, serta C. dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina setempat untuk dilakukan tindakan karantina,” ungkap Musyaffak Fauzi, Kepala BBKP Surabaya, Selasa (10/9/2019).

Penggagalan Penyelundupan bermula dari Informasi masyarakat pada 8 September 2019 bahwa dalam Kapal KM. Dharma Rucitra VI diduga akan mengangkut burung tanpa dokumen karantina.

Burung-burung tersebut akan ditempatkan pada kabin truk belakang sopir dengan Nopol DD 9997 PA (truk satu) dan DD 8624 KJ (truk 2). Dan pemeriksaan pada 9 September 2019, ternyata truk tersebut memang membawa burung-burung dimaksud, namun untuk truk kedua tidak ditempatkan di belakang sopir tetapi di kolong sasis bawah.

Baca Juga  Belasan Poket Didapat Polisi dari Rumah Semolowaru

Selain itu, petugas
karantina juga berhasil menemukan burung di truk lain di dalam kapal yang sama. Peran masyarakat sangat penting dalam berpartisipasi mencegah penyebaran hama penyakit hewan dan tumbuhan serta penggagalan pemasukan komoditas pertanian secara illegal.

“Oleh sebab itu saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan berharap kedepan peran tersebut dapat ditingkatkan untuk bersama-sama melindungi kekayaan hayati kita” imbuh
Musyaffak.

Sambil menunggu kehadiran pemilik untuk melengkapi dokumen yang diperlukan, 74 ekor burung yang dilindungi tersebut dibawa ke kantor Karantina Pertanian Surabaya wilker Pelabuhan Tanjung Perak untuk diamankan dan dilakukan tindakan karantina.

Tindakan karantina dimaksud berupa pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel untuk pengujian laboratorium. Sementara kedua sopir truk dimintai keterangan oleh petugas karantina setempat untuk proses lebih lanjut.

Teks foto : Beberapa burung yang diamankan BBKP Surabaya.

Editor : Budi

Loading...
Artikulli paraprakPamer Senjata Dimuka Umum, ini kata Perbakin Banyuwangi
Artikulli tjetërMelawan Arus, Pemotor di Surabaya Ditabrak Ambulan Partai

Tinggalkan Balasan