PTM Hari Pertama, Wali Kota Eri Keliling Sekolah Naik Motor

61

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)- Dengan mengendarai sepeda motor, Wali Kota Eri didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo sambangi beberapa sekolah di Surabaya, diantarnya SMP 17 Agustus Surabaya, SDN Airlangga I, SMP Kristen YBPK I, SDN Kaliasin I dan SMPN 6 Surabaya.

Tak hanya didampingi Kadispendik Surabaya, pelaksanaan PTM hari pertama ini juga dihadiri Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair), dr Windhu Purnomo serta Pembina Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Jawa Timur, Estiningtyas Nugraheni.

Wali Kota Eri menyampaikan, bahwa Tinjauan yang dilakukan ini bertujuan untuk memastikan semuanya berjalan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

“Tinjauan ke sekolah-sekolah ini untuk memastikan proses PTM itu bisa berjalan sesuai dengan Inmendagri. Dan hari ini tidak sendiri, saya ditemani Prof Windhu, beliau yang memastikan apakah memang di sekolah ini bisa berjalan atau tidak, itu yang pertama,” kata Wali Kota Eri saat berada di SMP 17 Agustus Surabaya.

Baca Juga  Jurnalis Masduki Bakal Sumbangkan Gajinya Bila Terpilih Jadi Kades
Loading...

Selain itu, Wali kota Eri juga meninjau ada atau tidaknya koperasi sekolah yang masih buka bahkan menjualkan seragam. Ia juga menegaskan, bahwa Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) merupakan tanggung jawab Pemkot Surabaya, sehingga ia tidak ingin melihat mereka dibebani biaya seragam sekolah.

Maka dari itu, Wali Kota Eri mengharapkan kedepannya seluruh lembaga pendidikan baik jenjang SD atau SMP memberikan form kepada setiap wali murid untuk menyampaikan kondisi keluarganya apakah masuk dalam MBR atau tidak. Dari situ pula pemkot bisa memetakan mana keluarga yang membutuhkan intervensi.

“Surabaya ini kan bergotong-royong, bahu membahu. Jadi nanti (pelajar) masuk, dikasih form, siapa yang tidak mampu, karena ada daftar MBR yang pasti tidak mungkin kita minta seragam,” ujarnya.

Baca Juga  Satu Pelaku Tawuran Dinoyo Ditangkap

Dari hasil tinjauan Wali Kota Eri mengungkapkan, bahwa pelaksanaan simulasi ataupun PTM di Kota Pahlawan telah berjalan sesuai Inmendagri dan SKB 4 Menteri.

Ia juga turut bersyukur atas turunnya level PPKM di Surabaya dari Level 3 ke Level 2 dalam waktu kurang lebih seminggu. Meski demikian, ia juga mengingatkan Satgas Covid-19 Sekolah dan Masyarakat lainnya agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (Prokes). (*)

Reporter : Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaSinergi TNI-Polri dan Staf Khusus Presiden Gelar Vaksinasi di Pesantren Banyuwangi
Berita berikutnyaKomisi A Ajak Pengusaha RHU Komitmen Prokes untuk Pemulihan Ekonomi di Surabaya

Tinggalkan Balasan