PT PJB Tingkatkan K3 Nasional, Guna Menekan Angka ESG

39

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) memperingati Bulan K3 ( Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Nasional yang bertepatan pada tanggal 12 Januari sampai 12 Februari, hal tersebut mengacu kepada Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Kampanye Bulan K3 Nasional di seluruh unit kali ini dengan mengusung tema “Penerapan Budaya K3 Pada Proses Bisnis Pembangkit Tenaga Listrik Guna Mendukung Perlindungan Tenaga Kerja di era Digitalisasi”

Selama kampanye bulan K3 yang digelar pada Selasa (18/1/2022) yang dihadiri EVP K3L PT PLN (Persero), Direksi PJB, Senior Leader, serta seluruh unit yang dikelola oleh PJB.

Kampanye bulan K3 Nasional merupakan sikap kepedulian tentang pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), aspek penting dalam melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerja dalam menjalankan pekerjaannya.

Filosofi dasar K3 adalah menjamin keutuhan dan kesempurnaan pekerja dalam menjalankan pekerjaannya melalui perlindungan K3, dengan melakukan upaya-upaya pengendalian semua bentuk potensi bahaya yang ada di lingkungan tempat kerjanya.

Di lingkungan PJB, budaya K3 telah menjadi fundamental dalam prioritas strategi bisnis PJB dalam upayanya menjadi perusahaan terdepan dan terpercaya dalam bisnis energi berkelanjutan di Asia Tenggara. Menjalankan proses bisnis berbasis K3 menjadi komitmen bersama seluruh jajaran direksi dan karyawan PT PJB di seluruh wilayah operasi kerjanya.

Baca Juga  Apes, Hendak Kirim Motor ke Madura Dibekuk Polisi

Direktur Operasi 2 PT PJB, Rachmanoe Indarto yang membuka acara kampanye Bulan K3 Nasional 2022, pihaknya memberikan keterangan, “Jangan pernah merasa lelah dalam mengimplementasikan budaya K3. Jangan pernah lelah dalam mengutamakan K3 karena bisnis yang baik adalah bisnis yang tetap mengutamakan K3 agar kondisi aman, andal dan ramah lingkungan senantiasa tercipta,” tegasnya

Loading...

Selama peringgatan Bulan K3 Nasional yang diselengarakan selama 1 bulan, beberapa kegiatan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan dalam implementasi K3.

Lomba yang diselenggarakan diantaranya upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19, Poster Kampanye K3, Kaizen 5S Pemanfaatan Limbah Non B3, Unique Safety Culture, Implementasi Program K3 Korporat, implementasi program K3 Korporat (Unit PJBS), Process Safety dan Permit to Work serta Simulasi tanggap Darurat.

Berkat komitmen dan kontribusi tersebut pada tahun 2021 PJB berhasil meraih nihil lost injury, dan 8 Unit PJB juga berhasil mendapatkan penghargaan Subroto Award. Rachmanoe Indarto mengajak semua karyawan agar menjaga dan jangan pernah meninggalkan K3 untuk mewujudkan nihil kecelakaan kerja dan nihil penyakit akibat kerja.

Baca Juga  Gus Yahya Lakukan Peletakan Batu Pertama RSNU, Bupati Jember: Kami Siap Mendukung

Komang Parmita selaku EVP K3L PT PLN (Persero) juga menyampaikan pentingnya K3 yang telah menjadi komitmen Direksi PLN Group, bahwa tidak ada yang lebih penting dari jiwa manusia. Ia mengajak semua pihak untuk memviralkan komitmen ini agar selalui diingat oleh para pekerja.

Pihaknya menjelaskan kampanye K3 Nasional merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi Environment Social and Government (ESG) rating yang menjadi isu dalam masa transisi energi seperti saat ini.
K3 menjadi salah satu parameter dalam pengukuran sosial.

“Bila angka kecelakaan kita tinggi maka risiko ESG kita tinggi. Dampaknya green funding akan sulit didapatkan. Atau dengan risiko yang besar maka suku bunga yang didapatkan juga akan sangat besar,” tutur Komang.

Komang berharap agar PJB bisa terus menguatkan pengelolaan K3 dan menjaga kesiap siagaan sebaik-baiknya guna mewujudkan zero accident. PJB diharapkan bisa menjadi rujukan dan benchmark K3 di PLN Grup melalui segenap prestasi yang telah berhasil diraihnya.

Caption : Kampanye K3 Nasional di gelar PT PJB
Reporter : Rusmiyanto

Loading...
Artikulli paraprakLaka Waru Sebabkan Pemotor Tewas, Satlantas Sidoarjo Janji Usut Tuntas
Artikulli tjetërHakim PN Surabaya Dikabarkan Terkena OTT KPK

Tinggalkan Balasan