PT PAL Kejar Target 40% Multi Years, Kerjakan 12 Blocks Keel Laying Pesanan Kapal TNI AL

60

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – PT PAL Indonesia sebagai galangan pembuatan kapal dalam negeri, turut peran serta membuktikan karya dalam membangun Alutsista Matra Laut kerjasama dengan TNI AL mewujudkan kemandirian Industri Pertahanan Dalam Negeri yang kuat dapat segera terwujud. 

Keseriusan PT PAL Indonesia dibuktikan lewat kegiatan proses Keel Laying (Peletakan Lunas) Landing Platform Dock (LPD) pesanan TNI-AL yang ketiga, Senin (28/08/2017). Melalui pengalaman serta inovasi penguasaan Teknologi, PT PAL juga telah berhasil untuk pertama kalinya mengekspor 2 (dua) Unit SSV pada tahun 2016 dan 2017 untuk Angkatan Laut dengan tepat mutu dan tepat waktu.

Sebelumnya, PT PAL telah membangun 2 (dua) Unit LPD melalui Program Alih Teknologi (Transfer of Technology) dari Korea yakni KRI Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh-593 tahun 2011 untuk TNI-AL.

Budiman Saleh, Direktur Utama PT PAL mengatakan, pada akhir 2017 nanti progress minimal PT PAL harus mampu tercapai 40%.

Artinya, kata Budiman, langkah percepatan ini dilakukan PT PAL untuk mengantisipasi pemenuhan target proyek Multi Years yang sangat ketat.

“Pencapaian progress pada akhir Juli 2017 ini, telah mencapai 21,72% dari rencana 11,50% atau surplus 10,22%, sehingga kami merasa optimis untuk dapat memenuhi target akhir tahun yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Baca Juga  Michael Edy Hariyanto : Investor Harus Didukung

Kapal ini, Budiman menjelaskan detil pembuatan kapal niaga yang diproduksi memiliki fungsi asasi untuk menjalankan berbagai operasi militer sebagai bentuk penguat diplomasi TNI-AL dalam menjaga dan mengamankan wilayah perbatasan laut terluar kedaulatan Indonesia.

Loading...

Selain itu, sambung Budiman kapal ini juga mampu menjalankan misi kemanusiaan baik secara evakuasi, pencarian, penyelamatan bahkan fungsi administrasi pemerintahan bergerak. Kapal yang dirancang untuk tempat pusat koordinasi ini mampu mengangkut hingga 771 personil yang terdiri dari crew, pasukan dan penumpang.

Dalam kegiatan, dihadiri oleh Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Mulyadi, didampingi Direktur Utama PT PAL Budiman Saleh, Wakil Komisaris Rahmat Lubis dan disaksikan para pejabat Angkatan Laut beserta jajaran Manajemen PT PAL berlangsung di Grand Assembly Area Divisi Kapal Niaga PT PAL INDONESIA (Persero).

Pada pelaksanaan Keel Laying kali ini, PT PAL berhasil melebihi dari persyaratan minimal yang ditetapkan regulasi MARPOL / SOLAS, dimana untuk tahapan Keel Laying pada kapal besar disyaratkan berat block minimal 50 Ton atau setara 1 sampai 2 block saja. Namun pada saat ini PT PAL berhasil menyajikan 12 blocks sekaligus atau setara dengan berat hingga 400 Ton lebih.

Baca Juga  SK Kenaikan Pangkat PNS, Bupati Bojonegoro Harapkan Peningkatan SDM

Pengadaan kapal dengan masa pembangunan 23 bulan, ini didasarkan pada kontrak dengan nomor KTR/03/02-49/I/2017/Disadal pada 11 Januari 2017. Dari 5 tahapan proses pembangunan kapal, tahapan ke-2 Keel Laying ini dilakukan 4 bulan lebih awal dari rencana pada tanggal 28 Desember 2017.

“Melalui pendekatan dan implementasi Strategi Pembangunan dengan metode Multi Starting Points, PT PAL telah membuktikan keberhasilan mengurangi durasi pembangunan 2 unit LPD dari 5-6 tahun menjadi hanya 2-3 tahun saja,” ungkap Turitan Indaryo, Direktur Pembangunan Kapal PT PAL Indonesia.

Tak hanya itu, melalui pengalaman serta inovasi penguasaan Teknologi, PT PAL juga telah berhasil untuk pertama kalinya mengekspor 2 (dua) Unit SSV pada tahun 2016 dan 2017 untuk Angkatan Laut dengan tepat mutu dan tepat waktu.

Reporter :Kjt-01
Editor :Budi
Publisher :Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakLP Kelas II Bojonegoro Kembali Dapat Titipan Tahanan Polres
Artikulli tjetërHadiri Kasiman Fun Bike 2017, Gus Iful Berikan Apresiasi Pada Masyarakat

Tinggalkan Balasan