PT IGG Tidak Produksi, Warga Sebut Negara Apa Tidak Rugi

118

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – PT Industri Gula Glenmore, yang berada di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus menjadi sorotan masyarakat setempat. Pasalnya perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut dikabarkan kekurangan bahan baku.

Kurangnya bahan baku, disinyalir membuat perusahaan gula terbesar se Asia Tenggara, tersebut tersendat produksi.

Hal tersebut disampaikan oleh Tarmuji, salah satu warga asal Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi kepada beberapa wartawan. Kamis, (29/6/2022).

“Beginilah kondisi PT IGG pada musim giling tahun ini,” ucapnya saat ditemui awak media diarea PT IGG.

Tarmuji menyampaikan, semenjak mulai musim giling tahun ini kondisi PT IGG kabarnya jarang produksi lantaran selalu kekurangan bahan baku. Nah inilah yang membuat kami, warga Glenmore kebingungan. Tahun – tahun sebelumnya tidak pernah terjadi hal semacam ini.

Baca Juga  Binda Korwil Jember Dampingi Dinas Kesehatan Kejar Capaian Vaksinasi Dosis 2 dan Boster

Kata dia, Tahun sebelumnya truk yang antri parkiran PT IGG ratusan. Namun sekarang baru puluhan. Dan ini terjadi setiap hari,” katanya.

Loading...

Tarmuji mengungkapkan jika beberapa hari yang lalu pihak IGG beralasan karena hujan sehingga tebu tidak bisa keluar itu masuk akal. Lha sekarang ini sudah beberapa hari terang dan panas tetapi tetap saja tidak ada bahan baku yang datang. Ini ada apa.

“Beberapa hari sudah terang dan panas masih saja kekurangan bahan baku. Ini ada apa,” jelentreh Tarmuji.

Pria yang juga anggota Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTR) Kabupaten Banyuwangi tersebut juga menuturkan, PT IGG ini kan milik negara jika seperti ini apakah negara tidak mengalami kerugian. Yang harus digaris bawahi adalah jika negara dirugikan tentunya rakyat juga dirugikan.

Baca Juga  Pesta Miras Dalam Pernikahan Tiga Tewas, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Dalam persoalan ini, lanjut Tarmuji, pihak – pihak terkait seperti Direksi, Dirut, Manager Holding PTPN XII, jika perlu Pak Erik Thohir, Menteri BUMN harus turun tangan melihat kondisi PT IGG yang sebenarnya,” pungkas Tarmuji.

Namun sayang, pihak hingga berita ini ditayangkan pihak PT IGG belum bisa dikonfirmasi. Saat beberapa wartawan ingin menemui salah satu Satpam PT IGG menyebut, Pak Wakil SDM berpesan belum bisa menemui dengan alasan masih repot karena ada tamu. (*)

Loading...
Artikulli paraprakKomisi III Loloskan 4 Hakim Agung Usai Lewati Fit and Proper Test Ketat
Artikulli tjetërRazia Semeru Kemarin, Ribuan Orang Terekam Tilang ETLE

Tinggalkan Balasan