PT BSI Serahkan Lahan Kompensasi 100,32 Hektare pada Pemerintah

110
Adi Adriansjah Sjoekri, Presiden Direktur PT BSI, dan Cahyono Seto - Direktur, PT BSI. dari kiri (istimewa)

BONDOWOSO, (Kabarjawatimur.com) – Direktur PT Bumi Suksesindo (BSI) Cahyono Seto secara resmi menyerahkan lahan kompensasi (lakom) seluas 100,32 hektare di Bondowoso kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Senin (21/9/2020).

Lakom adalah lahan yang harus diserahkan oleh pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dalam wujud yang clear and clean dan sudah direboisasi.

Untuk provinsi seperti Jawa Timur yang luas kawasan hutannya kurang dari 30% (tiga puluh persen) dari luas daratannya, maka menjadi kewajiban pemegang IPPKH untuk menyediakan dan menyerahkan lakom minimal dua kali lipat dari luas kawasan hutan yang dipakai.

PT BSI, anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, yang mengoperasikan tambang emas di Banyuwangi, memegang IPPKH seluas 992 hektare. Berdasarkan aturan, PT BSI wajib menyediakan dan menyerahkan Lakom seluas 1.984 hektare.

(Istimewa)

Total luas lakom yang PT BSI akan serahkan adalah 2.038 hektare, atau 54 hektare lebih luas dari yang diwajibkan. Penyerahan hari ini adalah tahap pertama dari kewajiban PT BSI atas lakom seluas 653 hektare di Bondowoso dan 1.385 hektare di Sukabumi. Untuk serah terima lakom Sukabumi, PT BSI berencana melakukannya sebelum akhir tahun ini.

Baca Juga  Penyuplai Pil Koplo ke Pelajar di Surabaya Dibekuk Polisi

“Kami bangga bisa berkontribusi untuk perluasan kawasan hutan Indonesia, khususnya Pulau Jawa. Kami juga menjadi perusahaan pertama yang berhasil melaksanakan serah terima lahan kompensasi dengan mengacu ke standar kepatuhan yang ditetapkan pemerintah di Pulau Jawa,” kata Cahyono Seto.

Sebelum serah terima, Tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang beranggotakan 12 orang sudah melakukan penilaian langsung di lahan kompensasi Bondowoso selama lima hari, 7-12 Juli 2020.

Loading...
(Istimewa)

Di lapangan, tim penilai mengukur luas tanaman, menghitung jumlah dan jenis tanaman, serta menghitung persentase tumbuh tanaman.

Penilaian berlangsung di tujuh wilayah, diantaranya Andungsari, Cangkring, Solor 1, Solor 2, Bandilan, Gentong, dan Plalangan. Hasilnya, tim penilai menjumpai persentase tumbuh tanaman sangat baik dengan nilai 100 persen.

Adapun tanaman yang digunakan untuk reboisasi antara lain adalah sengon buto, jati, sonokeling, mahoni, kesambi, asam, pinus, mindi, gmelina, randu, salam, alpukat, durian, dan akasia.

Baca Juga  Yang Berhak Terima Paket 5 Ribu Masker dan Sembako dari Polda Jatim juga DPR, Salah Satunya Ojol

Dalam berita acara hasil penilaian, Tim KLHK menyatakan, hasil penanaman reboisasi pada lahan kompensasi PT Bumi Suksesindo seluas 100,32 hektare dapat diserahkan kepada Pengelola Kawasan Hutan untuk pengelolaan lebih lanjut.

Untuk lakom Bondowoso, PT BSI melibatkan BPDAS HL Brantas Sampean, Dinas Kehutanan Jawa Timur, Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, serta PT Tri Utama Prasada, PT Anugrah Semesta Abadi, dan PT Dwi Anugrah Wijaya Abadi sebagai pelaksana lapangan.

Perusahaan juga melibatkan peran aktif masyarakat setempat selama persiapan penanaman, pembuatan bibit tanaman, penanaman, pemeliharaan tanaman, serta Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dengan membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Keikutsertaan mereka adalah salah satu kunci keberhasilan bersama ini. Kami melibatkan sekitar 500 kepala keluarga atau sekitar 1.000 orang dalam kegiatan reboisasi kawasan hutan di Bondowoso. Secara total, program ini telah memberikan manfaat ekonomi kepada sekitar 1.200 orang,” pungkas Cahyono Seto. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...

Tinggalkan Balasan