Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono memberikan bantuan kepada masyarakat. FOTO:Dok.Kabarjawatimur.com

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Operator perusahaan tambang di Banyuwangi, PT. Bumi Suksesindo (BSI) bersama Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kecamatan Pesanggaran menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat rentan di Kecamatan Pesanggaran.

Hal tersebut dilakukan, adanya dampak virus yang berasal dari Wuhan, China ini mengakibatkan berbagai permasalahan di masyarakat selain kesehatan itu sendiri.

Salah satu yang dirasakan oleh masyarakat luas adalah menurunnya kemampuan ekonomi keluarga karena penghasilan menurun menyusul melambatnya mobilitas ekonomi secara global.

“Bantuan ini sebagai upaya untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Kami menyasar warga yang terdampak langsung secara ekonomi, yaitu mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap,” kata Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono, pada Sabtu (4/4/2020).

Pada tahap pertama ini, kata Sudarmono, sebanyak 70 paket diserahkan kepada warga. Sebagai implementasi pembatasan sosial dan jarak, panitia hanya menghadirkan 15 orang penerima di aula Kecamatan Pesanggaran untuk menerimanya secara langsung. Sisanya diantar langsung ke rumah warga dengan dibantu oleh pemuda Desa Sumberagung dari Kompas dan Pancer.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Hadiri Launching Persibo Reborn

“Jumlah 70 ini merupakan data awal yang kami terima. Data terus kami perbaharui. Jumlah bantuan akan meningkat sesuai data yang ada,” ucap Sudarmono.

Sejak kasus pertama dan kedua COVID-19 diumumkan oleh pemerintah pada 2 Maret 2020, Manajemen PT BSI segera mengambil langkah-langkah penanganan di area site PT BSI Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

Loading...

Perusahaan membentuk komite penanganan COVID-19 BSI yang bertugas untuk membuat langkah-langkah penanganan yang harus dijalankan oleh seluruh karyawan dan pengunjung site.

Beberapa langkah drastis diambil oleh manajemen, seperti pemeriksaan suhu tubuh setiap karyawan dan pengunjung site, memperbanyak hand sanitizer dan tempat cuci tangan dilengkapi sabun, menerapkan pembatasan fisik (physical distancing) di area kerja, hingga pelarangan kunjungan dalam jumlah besar ke area site: mine tour.

Mine tour adalah sebuah kegiatan di mana masyarakat dapat melihat secara langsung area site dan kegiatan operasional.

“Langkah-langkah yang diambil merujuk kepada himbauan dan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tujuannya sama, yaitu untuk menekan penyebaran COVID-19,” tegas Sudarmono.

Baca Juga  Kades Sumberagung Banyuwangi Diduga 'Bohong' Lagi 

Karyawan, misalnya, yang berasal dari wilayah transmisi lokal (WTL), dikarantina selama 14 hari sebelum bergabung dengan teman-temannya untuk bekerja. Kebijakan ini juga berlaku bagi ekspatriat yang negaranya ditetapkan sebagai wilayah penyebaran.

Untuk memastikan semua karyawan tetap dapat bekerja dengan baik, manajemen mengubah jadwal kerja (roster) karyawan selama pandemi COVID-19: dari 4 minggu kerja 2 minggu libur menjadi 8 minggu kerja 4 minggu libur. Manajemen telah menyiapkan fatigue management untuk memastikan karyawan tetap bugar.

Tidak hanya memberlakukan mekanisme penanganan COVID-19 di site, PT BSI juga terlibat dalam upaya penanganan di wilayah Kecamatan Pesanggaran. Selain pembagian paket sembako, manajemen membantu penyediaan alat pelindung diri (APD) untuk tiga Puskesmas terdekat: Sumberagung, Pesanggaran dan Siliragung. Bantuan yang diberikan antara lain masker N95, masker kain, sepatu bot, hand sanitizer, sabun dan sarung tangan.

“Kami melihat barang-barang ini sangat dibutuhkan oleh tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan COVID-19,” pungkas Sudarmono. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaPekan Depan Polisi Serentak Operasi, ada Yang Lain Razia Ditengah Wabah Covid-19
Berita berikutnyaPerkuat Jaringan di Eropa dan Asia, Pengurus KAMMI Turki Periode 2020-2021 Resmi Dilantik

Tinggalkan Balasan