Prostitusi Online di Kota Blitar Pekerjakan 6 Siswi SMA dan SMP

Pelaku prostitusi online.

BLITAR, (Kabarjawatimur.com) – Seorang wanita yang menjadi mucikari diamankan polisi. Wanita berinisial BY (40) warga Desa Satreyan RT 02 RW 02 Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar

Dia menjadi pelaku prostitusi online dengan mempekerjakan enam siswi SMA dan SMP.
Para pelajar itu disewakan dengan tarif Rp 300.000 sekali kencan. Mereka masih berusia 14 sampai 16 tahun.

Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Heri Setiawan mengatakan, kasus prostitusi online ini terbongkar dari laporan masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan polisi menggerebek sebuah kamar kos di Jalan Jawa Kecamatan Sana Wetan Kota Blitar.

Di tempat tersebut polisi menemukan pasangan laki-laki dan perempuan yang merupakan pria hidung belang dan seorang perempuan korban prostitusi.

“Di kamar kos tersebut kami menemukan praktek prostitusi dan setelah dilakukan penggeledahan juga ditemukan sejumlah barang bukti praktek prostitusi tersebut,” ujar Yudhi, Rabu (7/4/2021).

Dia menjelaskan, para korban ditawarkan melalui pesan WhatsApp kepada para pria hidung belang. Setelah bertransaksi mereka menentukan sendiri lokasi kencan. Ada yang di kosan adapula yang menyewa kamar hotel.

“Transaksi melalui WA kemudian bisa datang ke kosan yang disediakan mucikari bisa juga di bawa ke tempat pelanggan,” imbuhnya.

Loading...

Sementara pelaku BY mengaku sudah satu tahun menjalankan bisnis esek-esek tersebut. Kata dia, awalnya para korban sendiri yang datang ke tempatnya minta dicarikan pelanggan. Alasannya, para korban tersebut ingin memiliki handphone baru namun tidak memiliki uang untuk membeli.

“Kurang lebih satu tahun ini, mereka datang sendiri ke saya. Saya tidak memaksa. Mereka ingin punya handphone lalu minta dicarikan pelanggan. Saya sudah bilang tidak mau tapi mereka memaksa karena pengen handphone,” kata BY.

Wanita yang memiliki bisnis online jual beli baju itu kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dia dijerat dengan pasal Pasal 88 Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun. Serta Pasal 296 KUHP tentang barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain, dan menjadikannya sebagai mata pencaharian atau kebiasaan diancam dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan serta Pasal 506 KUHP tentang barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya mata pencaharian diancam dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun.(*)

Reporter: Gilang Bachtiar

Loading...
Berita sebelumyaViral Blast Global Ciptakan Kebangkitan Ekonomi di masa Pandemi
Berita berikutnyaDapat Tingkatkan Kapasitas SDM, Bupati Blitar Kunjungi Pelatihan Kerajinan Kayu

Tinggalkan Balasan