Program P3-TGAI Beri Manfaat Masyarakat Banyuwangi

21
Kepala Desa (Kades) Gumirih, Kecamatan Singojuruh, sekaligus sekaligus menjadi Ketua Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Banyuwangi, Mura'i Ahmad. (FOTO:Rochman/Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Program percepatan peningkatan tata guna air (P3-TGAI) sangat memberikan manfaat bagi masyarakat. Apalagi, pengerjaan itu dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat sendiri.

Beberapa Kepala Desa (Kades) di Banyuwangi, Jawa Timur pun menyambutnya dengan baik, dan amanah. Dimana, program ini juga merupakan padat karya tunai untuk warga yang terdampak covid-19.

Mura’i Ahmad, Kades Gumirih, Singojuruh menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat karena sudah menurunkan program ini di Desa-desa di Bumi Blambangan.

“Kami berharap program ini jalan terus, dan jangan sampai program ini dicabut. Dan kami siap membantu Non-Governmental Organization (NGO) dalam program ini,” ucap Mura’i yang sekaligus menjadi Ketua Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Banyuwangi, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga:Senyum Bahagia Petani Watukebo Dapat Program P3-TGAI

Senada dengan Mura’i, saat menghadiri rapat klarifikasi dualisme kepengurusan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan P3A, dikantor Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Kamis (27/5/2021) kemarin.

Kades, HIPPA, P3A di Banyuwangi Berkumpul. (FOTO:Rochman/Kabarjawatimur.com)

Kades Singolatren, Kecamatan Singojuruh, Apandi, P3-TGAI ini sangat bermanfaat bagi masyarakat pengguna air, khususnya bagi petani yang ada di Desanya.

Loading...

“Dengan adanya P3-TGAI ini petani merasa sangat terbantu,” ucapnya.

Baca Juga  Jelang Pemilu 2024, Bojonegoro Gelar Seminar Politik Bagi Pemilih Pemula

Menurutnya, P3-TGAI ini bukan untuk Pemerintah Desa (Pemdes) dan juga bukan untuk HIPPA, namun semata mata untuk kepentingan masyarakat. Karena yang menikmati adalah masyarakat.

“Mari kita sambut P3-TGAI ini dengan senyuman bahagia, keperuntukanya pun bisa langsung dinikmati oleh masyarakat khususnya bagi petani,” ungkap Kades dua kali priode berturut turut ini.

Hal yang sama disampaikan oleh Ahmad Sofyant, Kades Kenjo, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Didepan puluhan pengurus HIPPA dan P3A ia mengatakan, P3-TGAI di desanya tidak ada masalah karena semua sudah di Musdeskan, dan berjalan sesuai aturan yang ada. Jika masih ada masalah soal P3-TGAI maka sebagai Kades dirinya siap kapan saja untuk bermusyawarah kembali.

“Jika dilapangan ada masalah dengan pengerjaan P3-TGAI maka saya siap untuk duduk bersama kembali dengan masyarakat,” ujarnya.

Kenapa ini dilakukan, kata Ahmad Sofyan, Karena dia ingin sekali menyambut baik program P3-TGAI, untuk masyarakat di Desa Kenjo. Menurutnya, selama pandemi Covid -19, lanjutnya, desa tidak pernah melakukan pengerjaan fisik di desanya, karena Dana Desa (DD) dipergunakan untuk penanggulangan Bencana Covid -19. Sehingga dengan program P3-TGAI ini mengaku sangat terbantu.

Baca Juga  Sembunyikan Barang Dalam Kamar Kost, Pria ini Terpaksa Berurusan dengan Polisi

“Jujur dengan adanya P3-TGAI ini kita sangat terbantu, karena program ini bisa langsung dinikmati masyarakat petani,” pungkasnya.

Sementara Budiharto, Kades Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, juga mengapresiasi program P3-TGAI yang ada di Banyuwangi pada umumnya di Desa Karangbendo Khususnya.

“Mewakili Pemdes dan warga Karangbendo, kami sampaikan terima kasih kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur yang telah memberikan program ini kepada kami,” tuturnya.

Menurut Kades Budiharto, jika ada sedikit masalah atau kendala dalam pengerjaan P3-TGAI ya itu hal yang wajar. Namun pihakmha selalu siap untuk memperbaikinya dengan cara duduk bersama.

“Intinya Pemdes siap duduk bersama dengan HIPPA jika dalam pengerjaan P3- TGAI ada sedikit kesalahan. Ini semua kita lakukan demi pembangun di desa dan Kabupaten Banyuwangi,” tutupnya.

Seperti diketahui rapat klarifikasi dualisme kepengurusan HIPPA dan P3A tersebut dihadiri PPK Oprasi SDA III Hesti Nurina Paramita, Dan Konsultan Managemen Berantas (KMB) Jatim, dan tim hukum Intelkam Polda Jatim. Selain itu juga hadi beberapa Kades Banyuwangi serta perwakilan Dinas PU Pengairan, dan puluhan Ketua HIPPA dan P3A Banyuwangi. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprak5 Pengurus Madrasah dan Pesantren Ditahan, Korupsi Dana Pendidikan
Artikulli tjetërMantan Kepala Dinas Cantik Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Tinggalkan Balasan