Program KF Dispendik Sampang Tidak Maksimal

9

SAMPANG (kabarjawatimur.com)
Program Keaksaraan Fungsional (KF) yang di kelola Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang melalui kabid PNFI di nilai tidak efektif.
Hal tersebut terbukti dengan ketidak transparansian penyampaian kepada masyarakat.

Program yang membidangi dalam memberantas kebutaan aksara ini perlu di kawal ketat agar pelaksanaannya sesuai dengan harapan dan tidak menimbulkan KKN.

Saat dikonfirmasi kepada Sri Hartati selaku Kasi Dikmas (pendidikan masyarakat) dikantornya, pihaknya keberatan untuk memberikan keterangan secara rinci.
“Sementara saya tidak mau komentar, untuk program masih kita bahas lebih lanjut,” ujar Sri Hartati.

Loading...

Selama pemanfaatan program KF yang pengalian dananya bersumber dari uang negara baik APBN maupun APBD, rentan dengan pnyimpangan jumlah angaran yang dikucurkan.

Baca Juga  Dua Pencuri HP, Satu Lepas Tak Terbukti Terlibat

Harapan masyarakat dalam kucuran dana yang dipergunakan untuk program Keabsarahan pendidikan bisa dikucurkan secara total.
Mengacu dalam UUD no.14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, yang trasparan.

Dari banyaknya masyarakat tidak menerima program tersebut sehingga di duga kuat program KF tersebut tidak maksimal dan tidak sesuai dengan harapan.
Seperti tidak sinkronnya data yang di berikan statistik dengan daftar warga belajar di lapangan terkesan amburadul dan tidak akurat

Reporter : M. Hari
Editor. : Rusdi
Punisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakTiga Budak Narkoba Dibekuk Polisi
Artikulli tjetërImigrasi Surabaya Jemput Bola, Layani Orang Sakit, Lansia dan Disabilitas

Tinggalkan Balasan