Program KBR Kabupaten Sampang Dirasa Kurang Efektif

25

SAMPANG (kabarjawatimur.com)
Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sampang dalam melaksanakan program kebun bibit rakyat (KBR) perlu di pertanyakan.
Pasalnya program tersebut di nilai kurang efektif dalam membantu perekonomian kelompok dengan jangka waktu yang cukup lama.

Program untuk pendanaan yang bersumber dari APBN dan DAK yang distribusikan langsung pada kelompok tani perlu di kawal ketat dari asas perencanaan dan pemanfaatannya yang di nilai kurang membantu terhadap perekonomian kelompok tani.

Sementara menurut kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan melalui kasi konservasi tanah Novi indrawati menjelaskan bahwa penerima program kebun bibit rakyat ini (KBR) pada tahun ini ada 27 kelompok tani yang tersebar di 13 Kecamatan.

Loading...
Baca Juga  Pensiunan Militer di Jember Jadi Bandar Edarkan Sabu Seberat 1 Kg

17 kelompok bersumber dari dana DAK dan menerima kucuran dana per kelompok 57 juta dengan menanam pohon 45000 bibit dari kayu mahoni,jati, dan kadia.

Sedangkan yang 12 kelompok yang bersumber dari APBN menerima kucuran dana 50 juta untuk 30.000 bibit . mahoni, jati dan kadia.
Jadi, Masing2 kelompok tidak sama tergantung sumber dananya.
Dan alhamdulillah di lapangan sebagian kelompok tani sudah berjalan.

Disinggung pemanfaatannya pihaknya menjawab,”banyak sekali seperti halnya jalan jalan sekolah dan lainnya yang membutuhkan penghijauan.
Bahkan sebagian kelompok tani sudah ada yang mau mencairkan termin berikutnya tergantung hasil capaian di lapangan “PUngkasnya

Reporter : M. Hari
Editor : Rusdi
Punisher : Gunawan

Loading...
Baca Juga  Venue Porprov di Jember 80 Persen Siap
Artikulli paraprakJalan Provinsi Ambruk Akibat Terjangan Air
Artikulli tjetërBalai Kota dan Rumdin Wali Kota Diancam Bom

Tinggalkan Balasan