Pria di Jember Digorok Clurit Gegara Batuk

2360

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Gegara suara batuk, seorang pria paruh baya bernama Misran (50) warga Dusun Dam Saola, Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang, tewas dengan luka bekas gorokan di lehernya, Jumat (2/7/2021).

Pria tersebut meregang nyawa setelah dibunuh tetangganya sendiri. Terduga pelaku pembunuhan adalah seorang kakek berumur 70 tahun bernam Hasan yang tidak lain adalah tetangga korban.

Rumah korban dengan tempat tinggal terduga pelaku hanya berjarak kurang lebih 100 meter.

Berdasarkan keterangan Tacik, istri korban sesaat sebelum terjadinya peristiwa berdarah itu, korban sedang bersantai duduk di gazebo depan rumahnya bersama seorang temannya bernama Karno.

“Saat itu korban suami saya tamu-tamuan (duduk bercengkrama) dengan temannya Pak Karno. Ada saya juga waktu itu. Kemudian Pak Karno ini mau pulang dan batuk,” kata Tacik saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Usai mendengar suara batuk itu, Hasan tiba-tiba mendatangi korban yang saat itu bersama Karno. Namun pelaku hanya menyapa dan melanjutkan pulang ke rumahnya.

Baca Juga  Pemotor Tiba Tiba Terjatuh dan Meninggal Dunia

“Sudah tidak ada apa-apa, Pak Karno ini pulang. Habis itu pelaku datang lagi menemui korban sambil membawa celurit, terus salaman sama korban. Setelah langsung membacok (menggorok leher korban). Padahal ya sebelumnya tidak ada masalah apa-apa, juga datang tidak ada apa-apa,” jelasnya.

Istri korban menduga persoalan adanya tindakan pembunuhan yang diduga dilakukan pelaku karena batuk.

Loading...

“Padahal yang batuk bukan suami saya, tapi Pak Karno itu. Saat itu sempat ngobrol (menyapa korban). Seporanah engkok lek (mohon maaf saya pak, red). Kata suami saya, lah arapah mon nyo’on seporah nyambi arek (ada apa minta maaf tapi kok bawa celurit, red),” katanya menirukan percakapan korban dengan terduga pelaku.

“Tiba-tiba langsung (mengayunkan) celurit dan keket (bertengkar, red) sampai masuk jurang (Lubang samping gazebo dengan banyak tumpukan sampah). Kemudian membacok lagi dan kena tangan suami saya,” lanjutnya menjelaskan.

Pelaku sendiri selama ini kenal dengan korban. Namun kelakuannya aneh, setiap mendengar orang batuk selalu naik pitam.

Baca Juga  Tim Rescue SIGAP INDONESIA Bantu Korban Banjir dan Longsor di Garut

”Tapi memang kata tetangga sini semua, orang itu (terduga pelaku) tidak bisa mendengar ada orang batuk. Kalau ada yang batuk mesti bawa arit (celurit) dan dikeluarkan (untuk mengancam),” katanya.

“Kemarin ada (tetangga) batuk di sini (sambil menunjuk lokasi pembunuhan). Ya gitu (terduga pelaku) langsung keluar dari rumahnya,” sambungnya.

Terpisah Kapolsek Mayang Iptu Bejul Nasution Saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus dugaan pembunuhan tersebut.

“Tapi kami sigap cepat ke lokasi kejadian, dan langsung mengamankan terduga pelaku juga barang bukti sebuah celurit. Tapi untuk kronologis pasti kejadian. Kami masih pulbaket (pengumpulan bahan bukti dan keterangan) dan mendalami. Kejadian kira-kira jam 2 siang,” kata Bejul.

Setelah kejadian dugaan pembunuhan tersebut, korban langsung dibawa ke Puskesmas Mayang untuk dilakukan visum luar.

“Korban meninggal dunia, dan luka pada leher juga lengan tangan sebelah kanan,” ucapnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakNgopi Bawa Motor, Pemuda Bertopi Kaos Merah Terekam CCTV
Artikulli tjetërPT. KAI Daop 8 Batalkan Sejumlah Perjalanan Pada Masa PPKM Darurat

Tinggalkan Balasan