PPKM Level III Batal, Pesan Polisi Untuk Masyarakat Saat Nataru

93

SURABAYA,(Kabarjawatimur.com)-
Pemerintah resmi membatalkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 saat Natal dan Tahun 2022.

Meski PPKM Level 3 batal, bukan berarti masyarakat dapat melakukan kegiatan perayaan Natal dan Tahun (Nataru) 2022 secara berlebihan.

Di Surabaya misalnya, Kepolisian bersama Pemerintah Kota Surabaya dan TNI telah melakukan rapat koordinasi untuk mengawal kebijakan penerapan PPKM Level I zona Kuning saat pandemi ini.

Polrestabes bersama Tiga Pilar kota Surabaya tetap mengawal dan mengantisipasi kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan saat Natal dan Tahun Baru.

Secara khusus, ibadah Natal di Gereja juga dilakukan dengan protokol kesehatan ketat dan pembatasan sesuai kesepakatan dengan para dewan Gereja.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, jika di Surabaya ada sekitar 60 gereja besar yang akan melakukan ibadah Natal baik secara virtual maupun hadir langsung.

Baca Juga  Anggota Polsek Rungkut yang Tembakan Pistol ke Udara Diperiksa Propam dan Ditahan

Namun demikian, Polisi bersama dewan gereja yang sudah menyepakati kuota jemaat yang datang melalui undangan barcode selain peduli Lindungi.

“Tempat duduk para jemaat juga disediakan sesuai dengan undangan yang diberikan pihak gereja,” sebut Yusep, Rabu (8/12/2021).

Polisi bakal memastikan jalannya ibadah natal umat kristiani berlangsung aman dan lancar baik dari gangguan aksi teror maupun kemungkinan transmisi virus Covid 19.

Loading...

“Kami siapkan pengamanan secara berlapis. Baik di dalam gereja dan di luar gereja. Antara keamanan ibadah dan kesehatan masyarakat harus berjalan seiring,” imbuhnya.

Selain ibadah Natal, perayaan malam tahun baru 2021-2022 nanti juga bakal disorot petugas.

Yusep menegaskan tidak akan memberikan ijin keramaian kegiatan yang sifatnya mengumpulkan masyarakat banyak di sebuah lokasi.

“Tidak ada ijin yang akan dikeluarkan oleh kepolisian terkait kegiatan apapun di malam pergantian tahun,” tegas Yusep.

Baca Juga  Persoalan 107 M Hambat Jember Raih WTP

Tiga pilar juga akan melakukan patroli mengurai kemungkinan kerumunan masyarakat. Jikapun ada kegiatan, itu sifatnya tidak masif, tidak bergeser dari satu kecamatan ke kecamatan lain.

Petugas akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah kota dan TNI di tingkat desa atau kecamatan, masing-masing wilayah serta menghimbau tidak melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan saat malam pergantian tahun.

Hal itu mengantisipasi transmisi gelombang keempat Covid 19 varian Omicron yang juga membahayakan.
Masyarakat diminta tetap menjaga protokol kesehatan.

“Capaian vaksinasi kita sudah baik. Ekonomi juga mulai berjalan. Jangan sampai ada lonjakan kasus karena kelalaian. Capaian Surabaya level I ini tentu tidak bisa terwujud tanpa bantuan dari semua elemen terutama kesadaran masyarakat,” pungkas Yusep.(*)

Foto : Kapolrestabes, Wakapolrestabes Surabaya dan Kasi Humas.

Loading...
Artikulli paraprakImigrasi Kembali Buka Pelayanan Keimigrasian di MPP Kota Mojokerto
Artikulli tjetërBMW Astra Hadir di GIIAS Surabaya, Berikan Penawaran Spesial

Tinggalkan Balasan