Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara saat Pers Rilis ungkap kasus narkoba

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Kasus penyalahgunaan narkoba di Banyuwangi, Jawa Timur ternyata langsung diberantas oleh Kepolisian setempat.

Hal tersebut terbukti 13 orang tersangka diamankan. Bahkan, satu tersangka diantaranya merupakan residivis jebolan Lapas Porong, Sidoarjo menyembunyikan narkoba di lampu meja belajar.

“13 orang tersangka tersebut merupakan hasil dari 12 ungkap kasus yang dilakukan Satuan Narkoba Polresta Banyuwangi sejak awal bulan Februari 2020,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, pada Selasa (11/2/2020).

Kapolres menjelaskan, dari 12 kasus narkoba tersebut, 6 orang terlibat dalam kasus peredaran narkoba jenis sabu. Sedangkan 7 orang lainnya merupakan tersangka kasus peredaran obat keras berbahaya yang mengandung zat adiktif.

Baca Juga  Satgas Covid-19 Banyuwangi Segera Tertibkan Menjamurnya Gerai Rapid Tes Antigen

Dari tangan tersangka, kepolisian menyita barang bukti berupa 6 paket sabu seberat 30,37 gram dan obat daftar G jenis Trilhexpenidyl sebanyak 541 butir, 1 timbangan elektrik, 11 unit handphone berbagai merk, serta uang senilai Rp. 824 ribu.

Loading...

Dari 13 tersangka yang ditangkap, Arman menyebutkan, satu diantaranya merupakan residivis.

“Satu tersangka berinisial H warga asal Kecamatan Kalipuro merupakan residivis dan pernah menjalani hukuman di Lapas Porong, Sidoarjo dengan kasus yang sama,” jelasnya.

Modus yang dilakukan H terbilang cerdik. Tersangka menyimpan 1 paket sabu seberat 29,15 gram di dalam lampu meja belajar.

“Ini merupakan modus baru. Ini signifikan dalam pengembangan kasus narkotika,” ungkap Arman.

Saat ini, lanjut Arman, ke 13 tersangka tersebut telah ditahan. 6 tersangka pengedar sabu dijerat Pasal 114 (1) SUB 112 (1) Undang-Undang RI Nomor 35/2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara maksimal hukuman mati.

Baca Juga  Grebek Kampung Kunti, Polisi Gabungan Hanya Tangkap 1 Pria

Sedangkan, 7 tersangka lainnya dijerat pasal 197 dan 196 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kami juga terus mendalami kasus peredaran narkotika tersebut, untuk membongkar aktor intelektual peredaran narkoba di Banyuwangi,” pungkasnya.

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaPria Bangkalan Menangis Dihajar Warga Ngagel, Kepergok Curi Motor
Berita berikutnyaDiskotik Pentagon Tegalsari Surabaya Diserang Ratusan Massa, Diduga Terkait Pengeroyokan

Tinggalkan Balasan