Polres Gresik Bekuk Empat Pelaku Sindikat ‘Upal’ Antar Provinsi

49
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto didampingi Kepala BI Surabaya Abrar dan Kasatreskrim AKP Panji Pratistha Wijaya saat menunjukkan tersangka dan barang bukti upal.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Polres Gresik berhasil membekuk empat pelaku peredaran uang palsu (upal). Sindikat upal antar provinsi ini ditangkap petugas secara estafet dari mulai pengedar hingga produsen

Para pelaku yaitu Eko Sukarno (50) dan Arief Aryuanda Suharsono (25) bapak – anak warga Desa Bakalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, M Nazamuddin Arief (48) warga Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, dan Cahyo Widodo (49) warga Desa Bulurejo, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri.

Terungkapnya kasus ini berawal saat Arief Aryuanda membeli rokok di toko milik Ahmad, Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik dengan menggunakan upal pecahan Rp 100 ribu, pada Rabu 10 Juni 2020 sekitar pukul 12.00 WIB.

Curiga uang dari si pembeli palsu, Ahmad lalu melapor ke Polsek Driyorejo. Tak berselang lama anggota Polsek Driyorejo dengan dibackup Satreskrim Polres Gresik lalu menangkap Arief Aryuanda.

Baca Juga  Mantan Istri Kawin Lagi, Pria Ini Suruh Adik Tikam Suami yang Baru

“Ketika dilakukan pengembangan, ternyata AAS mengaku memperoleh upal tersebut dari ayahnya ES. Petugas kami lalu melakukan penggeledahan di kosnya ES dan ditemukan pecahan upal Rp 100 ribuan sebanyak Rp 13 juta,” kata Kapolres AKBP Arief Fitrianto, Selasa (16/6/2020).

Loading...

Dari penangkapan kedua pengedar upal ini, lanjut Arief, petugas lalu meluncur ke Madiun dan menangkap MA dengan barang bukti upal sebanyak Rp 14 juta. Disitu MA mengaku memesan upal tersebut kepada CW.

“Tim Opsnal akhirnya menangkap CW di rumahnya Kediri. Di tempat itu kami menemukan peralatan cetak upal seperti printer, tinta printer, alat sablon, kertas coklat, dan upal sebanyak Rp 12 juta,” ungkap Akpol alumnus 2001 ini.

Baca Juga  Cawawali Armuji Disambati Komunitas Slalom-Driveting Surabaya Soal Sulitnya Cari Lahan untuk Berlatih

Ditegaskan, dari pengakuan pelaku uang yang sudah diproduksi dan beredar di masyarakat sebanyak Rp 200 juta. Tak hanya beredar di Jawa Timur, upal tesebut juga telah diedarkan di Jawa Tengah dan Jakarta.

Sementara itu Kepala BI Surabaya Abrar menyempatkan hadir untuk memberikan apreasiasi atas kinerja Polres Gresik dalam mengungkap peredaran upal. Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan bekerjasama dengan aparat penegak hukum kepolisian dan kejaksaan.

“Kita berharap masyarakat juga turut aktif memahami dan membedakan antara uang asli dan upal. Kita bisa menerapkan 3D Dilihat, Diraba dan Diterawang,” ujar Abrar kepada awak media. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan