DPRD Golkar Jatim
Adam Rusydi bersama Kepala Sekolah SMANOR, Suswanto.

SIDOARJO (Kabarjawatimur.com)
Anggota DPRD Jatim Adam Rusydi meminta Dinas Pendidikan Jatim untuk terus membenahi diberlakukannya sistem zonasi dalam penerimaan murid baru yang selama ini sudah digulirkan. Keinginan ini menindaklanjuti keresahan bagi para wali murid yang anaknya selalu gagal mendapatkan sekolah bagus sesuai sistem zonasi. Mengingat ada beberapa wilayah tidak memiliki SMA/SMK.

Di sisi lain, anggota Fraksi Partai Golkar Jatim ini melihat sistem zonasi sangat tidak menguntungkan bagi wilayah-wilayah yang tidak memiliki SMA/SMK di wilayah tersebut.

“Saya berupaya agar ke depan di Kabupaten Sidoarjo ada penambahan unit sekolah baru untuk SMA dan SMK. Karena dengan sistem zonasi yang sekarang itu, sangat merugikan masyarakat. Karena di beberapa kecamatan tidak memiliki sekolah setingkat SMA maupun SMK,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo ini, Minggu (28/3).

Baca Juga  Aniaya Anggota Polisi, Preman di Surabaya Dibekuk

Ia mencontohkan beberapa kecamatan yang tidak memiliki SMA/SMK seperti di Kecamatan Sedati, Balongbendo, dan Kecamatan Tulangan.

“Sudah pasti mereka akan kalah bersaing dengan wilayah yang ada sekolah SMA/SMK yang ada zonasinya,” seloroh anggota Komisi E DPRD Jatim ini.

Loading...

Lanjut Adam, usulan unit sekolah baru ini merupakan target pencapaian pendidikan bagi Gubernur Jatim dengan slogan Jatim Cerdas. Yang tujuannya agar pendidikan bisa diakses bagi semua masyarakat.

“Pengusulan unit sekolah baru ini juga untuk menyempurnakan sistem zonasi yang menjadi program pendidikan nasional. Karena dengan diterapkannya sistem zonasi maka kita harus meningkatkan sarana dan prasanaa sekaligus kualitas pendidikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, beberapa hari lalu Adam Rusydi melakukan kunjungan kerja Komisi E DPRD Jawa Timur dalam rangka implementasi Perda No.11 Tahun 2017 dan monitoring persiapan PPDB tahun 2021 di SMKN 1 Buduran Sidoarjo.

Baca Juga  Pemkab Jember Siapkan 1200 Aset Diukur BPN Didampingi KPK

Dalam kunjungan itu, dibahas tentang berbagai permasalahan pendidikan pada masa pandemi. Mulai dari pembahasan sistem pembelajaran,BOS, BOPP, pembentukan unit sekolah baru, kesejahteraan guru, ketersediaan ASN guru, dan PPDB tahun 2021. Dari kunjungan itu Adam banyak menerima masukan dan keluhan. Salah satunya sistem zonasi yang sudah diterapkan setiap kali PPDB tahun ajaran baru. (*)

Reporter: Ibad
Editor: Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaTeror Bom Bunuh Diri di Makassar, Polda Jatim Perketat Penjagaan Kantor dan Gereja
Berita berikutnyaKapolri: Pelaku Bom Bunuh Diri Jaringan JAD dan Pernah Ngebom di Jolo Filipina

Tinggalkan Balasan