Polisi Tangkap Kawanan Pencuri Sepeda Motor di Bangkalan

89
Kawanan Pencuri Sepeda Motor Digelandang di Mapolres Bangkalan

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com)- Polres Bangkalan menangkap komplotan pencuri sepeda motor yang kerap kali menghantui sejumlah kawasan di Kabupaten Bangkalan. Lima tersangka merupakan kawanan pencuri bersenjata api.

Kelima tersangka ini berinisial S (25) warga Ketapang Sampang, RO (32) warga Tanah Merah Bangkalan, kemudian MA (23), H (34), dan RA (30) asal Tragah Bangkalan. Mereka diamankan pada Jumat 22 Juli 2022 lalu.

Kapolres Bangkalan, AKBP Wiwit Ari Wibisono menerangkan bahwa mereka dibekuk disalah satu rumah tersangka beserta barang bukti senjata api jenis Revolver rakitan berisi 4 peluru aktif dan sepeda motor hasil curian.

“Penangkapan ini bermula adanya laporan kehilangan sepeda motor pada 14 Juli 2022 lulu. Usai dilakukan penyelidikan, petugas melakukan penggerebekan dirumah S,” ungkapnya, Selasa 26 Juli 2022.

Baca Juga  Warga Glenmore Kembali Soroti PT IGG

Dalam melakukan aksinya, S bersama temannya berinisial MA yang berperan melihat situasi keamanan dilapangan. Usai melancarkan aksinya pelaku menjual hasil curiannya kepada RA dan H, mereka berperan sebagai penadah atau penjual sepeda motor hasil curian. “Satu pelaku masih DPO, berinisial B (54) warga Tragah Bangkalan,” imbuhnya.

Loading...

Mantan Kapolres Pacitan ini menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku pencurian atau begal yang kerap meresahkan warga Bangkalan. Sebab itu, dia mendesak para pelaku yang buron segera menyerahkan diri ke petugas. Jika tidak, pihaknya akan mengambil tindakan tegas dan terukur.

“Dua pelaku di belakang kami ambil tindakan tegas dan terukur, karena berupaya melawan petugas,” katanya.

Baca Juga  Dinilai Aman, Polisi Turunkan Jumlah Personil Pengamanan Sidang MSAT

Pistol rakitan jenis Revolver berisi 4 peluru ini, pemiliknya adalah pria berinisial RO (32) asal Tanah Merah Bangkalan. Senjata api ini selalu dibawa oleh pelaku saat melakukan aksinya, selain itu kerap memamerkan pistol miliknya kepada kawan-kawannya.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, pistol belum pernah digunakan, tapi tetap saja akan kota dalami, karena ini berbahaya kalau dipakai dan ada amunisinya juga yang masih aktif,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Serta undang-undang darurat no 12 tahun 1951 dengan hukuman seumur hidup.

Reporter: Rusdi

Loading...
Artikulli paraprakBawa Ratusan Miras, Pasutri di Surabaya Berurusan dengan Polisi
Artikulli tjetërPeringkat Naik, Jember Menjadi Kabupaten Layak Anak Peringkat Nindya 2022

Tinggalkan Balasan