Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Pelaku penganiayaan terhadap Elok Anggraeni Setyawati (55), asisten rumah tangga (ART) yang dikabarkan dianiaya oleh majikan menemui titik terang.

Pelaku penganiaya yang tak lain adalah majikannya bernama, Fairus (54), asal Tirtomoyo, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (18/5/2021).

Kedatangan Fairus ke polrestabes untuk diperiksa sebagai tersangka penganiayaan terhadap Elok. Setelah menjalani pemeriksaan, saat itu juga dia ditahan oleh Polisi.

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian membenarkan kedatangan Fairus ke Polrestabes Surabaya.

Setelah menjalani pemeriksaan, Fairus langsung ditahan di rutan Mapolrestabes Surabaya. “Iya tadi jadi diperiksa dan tersangka sudah kami tahan,” singkat Oki, Selasa (18/5/2021).

Baca Juga  Jatim Satu-satunya Provinsi di Indonesia Capai Level 1 Penanganan Covid-19

Dikabarkan sebelumnya, Jajaran Reskrim Polrestabes Surabaya akhirnya menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan asisten rumah tangga (ART) dengan korban Elok Anggraini Setyawati (45) atau EAS.

Loading...

Mantan Kasubdit Jatanras Polda Jatim itu juga mengatakan bahwa pihaknya akan segera melayangkan surat pemanggilan kepada majikan EAS.

EAS yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di kawasan Manyar, Kota Surabaya, bernasib sial.

Bukan hanya itu, diketahui oleh majikannya ia dimasukkan ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Surabaya.

Sebelum dirinya dimasukan ke Liponsos, diduga mendapatkan siksaan terlebih dahulu dari sang majikannya.

EAS pun mengadu ke Anggota Dewan jika kerap kali mendapat siksaan saat bekerja, mulai disetrika, hingga disuguhi makanan yang dicampur kotoran kucing oleh sang majikan

Baca Juga  Taruna AAL Satlat KJK 2021 Latihan Passex Bersama Tiga Unsur KRI di Ambalat

“Majikan saya bilang, itu ada tahi kucing kok ga dibuang. Terus saya bilang iya nanti saya buang. Terus dia bilang lagi, ga usah nanti buat makan kamu. Saya pikir itu bercanda ternyata beneran, saya dikasih makan sama tahi kucing,” jelas EAS kepada Kepada Wakil Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno.(*)

Reporter : Eko

Loading...
Berita sebelumyaBupati Blitar Kembali Sidak ke Kantor Dinas, Pastikan ASN Bekerja dengan Baik
Berita berikutnyaProyek P3-TGAI Tidak Boleh Dipihak Ketigakan

Tinggalkan Balasan