Petugas menjaga ketat penggeledahan di kantor BPBD Jember.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Polisi butuh waktu hampir 5 jam untuk menggeledah Kantor BPBD Jember Jalan Danau Toba, Kecamatan Sumbersari, Rabu (1/9/2021). Penggeledahan dilakukan sejak kedatangan tim penyidik Satreskrim Polres sekitar pukul 10.30 WIB.

Sejumlah ruangan diobok-obok petugas untuk mengumpulkan bukti-bukti dokumen pendukung pengungkapan kasus dugaan rasuah atau korupsi. Diantaranya ruangan Kepala Badan (Kaban) BPBD) Jember, ruang Kabid Kedaruratan dan Logistik, dan ruang Sekretariat.

Penggeledahan itu dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna.

Usai penggeledahan polisi terlihat membawa dan menyita berkas-berkas dokumen dan data. Namun Kasat Reskrim Yogi tidak menjelaskan rincian dokumen dan data apa saja yang telah dikumpulkan.

Menurut Yogi, dokumen dan data-data tersebut dibutuhkan untuk mendukung proses penyelidikan dan dilanjutkan dengan penyidikan.

Baca Juga  Motif Godong Jati Ramaikan Jersey Persibo Bojonegoro

“Kita melakukan proses-proses kepolisian. Salah satunya yang kita lakukan hari ini, yang kita butuhkan untuk proses-proses tersebut. Dengan mengumpulkan dokumen dan data yang dibutuhkan. Kita lakukan penggeledahan dalam pengumpulan data, baik softcopy ataupun hardcopy,” katanya.

Lebih lanjut Yogi menyampaikan, dokumen yang disita polisi berkaitan dengan penyelidikan dugaan penyelewengan anggaran penanganan Covid-19 di lingkungan BPBD Jember.

Loading...

Pun juga data yang berkaitan dengan honor pemakaman korban Covid-19 yang mencatut nama Bupati Jember Hendy Siswanto, Sekda Mirfano. Plt. Kepala BPBD Jember M. Jamil, dan Kabid 2 Kedaruratan dan Logistik Penta Satria.

“Ya dokumen-dokumen itu (terkait honor pemakaman), produk tentang pengelolaan anggaran, dan ini kita fokus menganalisa,” katanya.

Baca Juga  Jasad Penuh Luka Bacok Senjata Tajam Ditemukan Tertindih Kayu di Saluran Irigasi Sawah

“Untuk selanjutnya mendukung proses penyelidikan yang kita lakukan. Termasuk juga dugaan pemotongan honor pegawai yang melakukan pemakaman,” sambungnya.

Komang Yogi kemudian menyampaikan polisi terus mendalami kasus yang sempat menghebohkan publik tersebut. Pihak Polres Jember juga akan didampingi Direskrimsus Polda Jatim.

“Saat ini kita butuh waktu mengkaji, untuk penyelidikan. Lebih lanjut kita dalami, termasuk semisal ada dugaan markup anggaran,” ucapnya.

“Kita (terus) berkoordinasi dengan Polda Jatim, untuk melakukan pendampingan terkait proses (penyelidikan) yang dilakukan,”tambahnya.

Meski telah memeriksa sejumlah saksi dan membawa bukti-bukti dokumen pendukung, polisi belum menetapkan tersangka.”Masih jauh (penetapan tersangka), kita masih melakukan proses-proses penyelidikan. Mohon waktu,” pungkasnya.

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaDini Hari, Dua Kelompok Tawuran di Kupang Jaya Surabaya
Berita berikutnyaKapolri Harap Sinergi dengan Mahasiswa untuk Akselerasi Vaksinasi Terus Berlanjut

Tinggalkan Balasan