Polisi Dinilai Tak Serius Tangani Kasus Pencabulan Dosen Unej

Mimbar bebas AMR desak polisi serius tangani kasus pencabulan yang dilakukan dosen Unej.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Aliansi Mimbar Reaksi (AMR) yang digelar puluhan mahasiswa mendesak polisi serius menangani kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh RH, dosen FISIP Universitas Jember. Mimbar bebas digelar di depan kampus Unej, Minggu (2/5/2021).

Para aktivis mahasiswa ini menyoroti perkembangan kasus yang sempat menghebohkan publik karena pelakunya seorang kandidat profesor.

Namun sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 15 April 2021 lalu, Satreskrim Polres Jember belum juga memanggil tersangka RH, dosen FISIP Unej yang diduga melakukan aksi pencabulan gadis masih di bawah umur yang tidak lain adalah keponakannya sendiri.

“Polisi harus serius mengusut kasus kekerasan seksual yang melibatkan RH. Yakni dengan segera memeriksa dan menahan dosen RH,” tutur Deviana Rizka, salah satu koordinator aksi AMR.

Mimbar bebas tersebut diisi dengan berbagai pertunjukan, mulai dari orasi, musik hingga teatrikal. Selain itu, juga ada kain lebar yang dibubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan untuk mengajak masyarakat bersama-sama melawan kasus kekerasan seksual.

Menurut Deviana, aksi ini digelar lintas kampus dan lintas elemen. Semua terikat oleh pandangan yang sama, yakni untuk melawan kekerasan seksual.

Loading...

“Kita mendorong agar masyarakat tidak memberi stigma kepada korban kekerasan seksual. Justru mereka harus didukung. Kita memberi pengawalan terhadap para korban,” tutur mahasiswi Fakultas Hukum (FH) Unej ini.

Mahasiswa juga mendesak agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) bisa segera disahkan. Sebab, regulasi tersebut lebih spesifik mengatur kasus kekerasan seksual ketimbang KUHP.

“Kami meminta pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan RUU PKS, karena regulasi ini lebih memberikan keadilan untuk para korban,” pungkas Deviana.

Sebelumnya, Rektor Unej, Iwan Taruna juga sudah berjanji untuk bersikap tegas terhadap RH yang diduga melakukan pencabulan terhadap keponakannya sendiri yang masih di bawah umur itu Iwan juga sudah memberikan sanksi tegas kepada dosen tersebut, berupa membebastugaskan yang bersangkutan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 6954/UN25/KP/2021 tentang pembebasan sementara dari tugas jabatan Koordinator Program Magister (S-2) Program Studi Ilmu Administrasi Fisip Universitas Jember. Pembebasan tugasan itu dilakukan sehari setelah RH ditetapkan sebagai tersangka.

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaBegini Cara Mellenial Banyuwangi Ajak Ratusan Anak Yatim Piatu Berbuka
Berita berikutnyaKakanim Jakarta Utara Ajak Jajaran Bantu Pemerintah Tekan Penyebaran Covid-19

Tinggalkan Balasan