Salah satu pendemo wanita saat bersama orang tuanya (bersongkok hitam). FOTO: Rochman/Kabarjawatimur.com

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Polresta Banyuwangi mengeluarkan pendemo yang diamankan saat aksi penolakan Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law jilid 2, pada Kamis (22/10/2020) kemarin.

Penyerahan 12 pendemo itu juga melibatkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi yang secara langsung diberikan kepada orangtuanya masing-masing.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, massa yang terlibat aksi demo ini sebenarnya harus dilakukan sesuai aturan atau Undang-undang (UU) yang berlaku.

“Ini semua menjadi pembelajaran bagi adik-adik semua. Kami mengimbau bagaimanapun jika dalam menyampaikan pendapat itu dilindungi UU. Namun, jika berbau anarkis maka akan tidak dengan UU yang berlaku pula,” kata Arman dihadapan orang tua di Mapolresta Banyuwangi, Jum’at (23/10/2020).

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin dan Ketua PCNU Banyuwangi, H. Ali Makki Zaini memberikan sambutan kepada orangtua. (FOTO:Rochman/Kabarjawatimur.com)

Arman menyampaikan, pendemo yang diamankan ini kebanyakan masih usia anak. Dan, lanjutnya, untuk masalah anak, pihaknya melaksanakan koordinasi dengan Bapas, dibantu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) NU. Sehingga nantinya sesuai dengan harapan.

Baca Juga  Wilayah Bebas dari Korupsi, Siap Diwujudkan Lapas Surabaya

Baca Juga: 11 Pendemo Tolak Omnibus Law Diamankan Polisi Banyuwangi, 1 Diantaranya Reaktif Covid-19

Baca Juga: Demo Tolak Omnibus Law Jilid 2 di Banyuwangi

Loading...

“Anak tidak boleh unjuk rasa. Anak dilindungi UU. Anak adalah generasi penerus bangsa, menggantikan pemimpin Bangsa dan Negara. Maka kami serahkan kepada orang tua, dan kami titip untuk diberikan nasehat yang baik,” ucapnya.

Para pendemo tersebut selanjutnya dikembalikan kepada orangtuanya setelah didata dan berjanji tidak akan membuat kerusuhan lagi saat melakukan aksi.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi, H. Ali Makki Zaini juga berterima kasih kepada Kepolisian. Pihaknya berpesan kepada seluruh orang tua agar bersama sama menjaga anak-anaknya.

“Kalau perlu bersama siapa anak smean (kalian, red), dengan siapa bermainnya, kerumah siapa, komunikasi lewat sama siapa saja tolong dicek. Ini untuk massa depan si anak,” papar Gus Makki sapaan akrab H. Ali Makki Zaini.

Baca Juga  25 Taruna Marinir Tingkat IV Jalani Latihan Praktek Senjata Bantuan Infanteri

“Kalau ada kesulitan kami siap membantu karena saya sudah punya identitas sekaligus alamat satu persatu mereka. Unjuk rasa boleh menurut UU, tapi anarkis tidak diperbolehkan,” imbuh Gus Makki.

Mayang, salah satu orangtua pendemo yang diamankan Polisi. (FOTO:Rochman/Kabarjawatimur.com)

Selanjutnya, salah satu orang tua pendemo yang diamankan mengaku sangat menyesalkan tidak bisa menjaga anaknya. Apalagi anaknya yang masih duduk di kelas 3 STM di Banyuwangi itu mengikuti demo.

“Semoga anak saya mendapat pembelajaran. dan semoga semakin dewasa. Biasanya tidak pernah ikutan seperti ini, tiap hari saja anak saya setiap hari maen games. Dia diajak ikut-ikutan sama temennya,” ujar Mayang sambil berderai mata.

Sebelumnya, sekitar 12 pendemo itu dilakukan test rapid dan test swab di Mapolresta Banyuwangi. Lalu diserahkan kepada orangtuanya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaKecamatan se Kota Surabaya Belum Terima Surat Edaran Perpanjangan Bantuan UMKM
Berita berikutnyaGeger Dua Pria Kutisari Dibekuk, Polisi Temukan Buku Catatan

Tinggalkan Balasan