Polisi dan Donatur Bagi Ratusan Mie Instan ke Petani Lamongan Terdampak Corona

53
Polisi dan donatur saat memberikan bantuan mie instan kepada warga Desa Soko, Kecamatan Tikung, Lamongan.

LAMONGAN, (Kabarjawatimur.com) – Prihatin dengan nasib petani yang terdampak pendemi corona, polisi dan donatur bagikan ratusan dus mie instan di Desa Soko, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, pada Kamis (9/04/2020).

Perlu diketahui wabah virus covid-19 ini cukup berdampak terhadap sektor pertanian. Yang mana, warga desa setempat mayoritas bekerja sebagai petani. Kini harga gabah padi anjlok di saat musim panen. Ditambah lagi, pengaruh daya beli masyarakat yang makin menurun.

“Di tengah wabah corona ini, saya mengajak teman-teman saya, dari mulai pengusaha, karyawan swasta hingga pejabat kepolisian untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak. Utamanya para petani yang merugi karena harga gabah anjlok,” ujar Supardi Hardy, perwakilan donatur.

Pria yang memiliki ciri khas kepala plontos ini menyebut, pihaknya terdorong untuk membantu para petani karena mereka sangat berjasa di sektor pangan. Oleh karena itu, dia akhirnya berinisiatif menggalang dana diantara rekan-rekannya.

Loading...
Baca Juga  Pengedar Soccah Bangkalan Dibekuk, Segini Barang Buktinya

“Kita juga mengajak Kapolres Lamongan AKBP Harun untuk ikut serta dalam kegiatan bakti sosial ini. Alhamdulillah dari partisipasi semua pihak, terkumpul 150 dus mie instan. Dan ada juga bantuan berupa uang tunai untuk para dhuafa,” ungkap pria yang juga berprofesi sebagai jurnalis ini.

Kapolsek Tikung Iptu Bambang Muhammad Bahagia menjelaskan, pihaknya ikut prihatin dengan kondisi masyarakat di tengah wabah corona ini. Dia pun berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban hidup masyarakat.

“Dalam kesempatan ini kami juga ingin menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga pola hidup sehat. Menerapkan sosial distancing dan physical distancing agar segera terbebas dari wabah virus corona,” paparnya.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Berikan Arahan Bimtek Pengelolaan Dana BOS

Kepala Desa Soko Pujianto mengaku berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh rekan-rekan polisi dan donatur ini. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi saat musim panen padi ini harga gabah anjlok.

“Petani disini juga kebingungan. Mau jual gabah harganya anjlok. Tapi mau bagaimana lagi mereka juga terdesak kebutuhan ekonomi. Gabah yang semula Rp 4.200 perkilo sekarang turun menjadi Rp 3.600. Belum lagi nanti dihadapkan pada musim tanam,” imbuhnya. (*)

Reporter : Azharil Farich

 

Loading...
Artikulli paraprakImigrasi Jaktim : Dirgahayu TNI-AU Ke-74
Artikulli tjetërSatu Positif Corona, Bangkalan Zona Merah

Tinggalkan Balasan